Selasa | 15 Oktober 2019 |
×

Pencarian

NEWS

Komentar Dokter Tampan Tentang “PAUD” Adalah Bisnis, Mengundang Pro dan Kontra

Kamis | 11 Januari 2018 | 15:35

MEDIAKEPRI.CO.ID, – Seorang pria diketahui berprofesi sebagai dokter, Jiemi Ardian, memberikan komentarnya tentang PAUD, yang menjadi tempat bermain sekaligus belajar anak-anak balita.

Beredar screenshot tulisan Jiemi di Twitter, yang menyebut PAUD bukan pendidikan anak.

Melainkan bisnis yang mengatasnamakan pendidikan anak.

“PAUD itu bukan pendidikan anak, PAUD itu bisnis atas nama pendidikan anak,” tulisnya pada Jumat 5 Januari 2018.

Jiemi pun menjelaskan maksud tulisannya, yang menyarankan agar orangtua mengurus sendiri anak-anaknya yang masih berusia balita.

Jiemi menyebut pada usia itu, anak-anak lebih membutuhkan orangtua dibandingkan guru.

“Bapak ibu yang tersayang, taman bermain terbaik anak itu tubuh orang tuanya, bukan sekolah kapitalis itu,” tulisnya.

“Anak gak butuh bisa menggambar, baca tulis, menghitung di usia segitu. Buat apa punya anak bisa baca tulis dan menggambar di usia dini tapi jiwanya terganggu? Buat kasi makan ego orang tua untuk bangga sama anak dengan cara yang salah?” lanjut Jiemi.

Jiemi juga memberikan tabel tentang perkembangan pola pikir anak menurut teori Piaget.

Tabel tersebut menjelaskan, anak baru bisa berpikir konkret pada usia 7 tahun.

Jiemi juga sempat menceritakan pasiennya yang mengeluh karena anaknya yang dititipkan di PAUD mendapat pekerjaan rumah (PR) dari gurunya.

Tulisan Jiemi pun mengundang pro dan kontra dari warganet.

Sebagian besar warganet pun justru menolak pendapat Jiemi.

Namun tetap ada pula yang menyetujui pendapatnya.

“Lah dokter umum kok komen paud. Yg psikolog juga berfikir positif. Lagian mana ada di paud suruh belajar, ada juga suruh bermain. Mereka justru memulai belajar sosial dr paud. Sharing dg teman, interaksi dg bu guru. Kl ketemu bapak ibunya mlu, kpn dia bisa ktmu org lain. Dg intrakomunikasi yg lebih komplit,” tulis Nur Fadjria.

“Dokter muda so pintar.. Lo az pasti dl skolah tk dri usia 5thn.. Bukan usia 7thn kan.. Goblok dokter nya.. Atau pura2 az pkai gelar (dr)..” tulis Ifan Thazero.

“Pilih PAUD yang bagus… Jangan generalisasi, karena itu merugikan buat yang betul2 kerja. Anak saya di PAUD tidak ada PR, tidak belajar calistung. Anak saya dulu belajar life skills seperti mengupas buah, mengupas telur, gosok gigi, dll. Jangan generalisasi itu menyesatkan,” tulis Endang Rinasih PW.

“Setuju bgt sma thread ini dok, skrg ini ank anak urutan pndidikannya Pos paud, paud ,bru TK. Sdih bgt kan, kalu TK sblm SD saya rasa gpp untuk mngenalkan lingkungan baru yg nama ” sekolah” ke anak,” tulis Dni.

“Sebenarnya semua tergantung orang tua masing2.. orangtua masing2 pasti tau kebutuhan anaknya seperti apa..dan bagaimana konsekuensinya beberapa tahun ke depannya,” tulis Hardyan Heri Irawan. (***)

sumber: tribunnews.com

Editor :