Rabu | 20 Januari 2021 |
×

Pencarian

LINGGA

Lahan yang Dulunya Seperti Semak Belukar Itu, Kini sudah Bisa Dinikmati Hasilnya

Tambak Udang dari Dana CSR Panen Perdana

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Program tambak udang seluas 10 hektar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga melalui dana Coorporite Social Responsibility (CSR) PT Bank Riau Kepri melakukan panen perdana di Desa Sungai Besar, Kecamatan Lingga Utara, Minggu, 21 Januari 2018.

Loading...

Panen perdana ini disaksikan langsung Gubernur Kepri, Nurdin Basirun beserta beberapa OPD di Pemprov Kepri. Turut hadir dalam kegiatan ini, Direktur Utama PT Bank Riau Kepri DR Irvandi Gustari.

Nurdin mengatakan secara umum dirinya sangat berbangga kepada beberapa kabupaten di Kepri yang telah menoreh prestasi, diantaranya Bintan, maupun Lingga. Dengan prestasi yang ditunjukkan ini, katanya, sudah menunjukkan niat baik untuk merubah suatu keadaan ke arah yang lebih baik.

“Tidak ada yang bisa merubah suatu kaum melainkan kaum itu sendiri . Ino merupakan suatu bentuk dari perubahan itu sendiri,” katanya.

Menurutnya, program ini sudah baik. Namun menurutnya, kondiri tambak ini akan lebih baik lagi dengan menjaga sistem air saja udang bisa masuk langsung ke dalam tambak apa lagi kalau didorong dengan teknologi, ini tentu akan tumbuh kembang baik lagi.

Loading...

“Mudah ini bukan hanya panen perdana, melainkan terus berkelanjutan,” katanya penuh harap

Bupati Lingga, Alias Wello menegaskan program ini merupakan sebuah penemuan yang fundamental sekali. Dimana, katanya, saat ini pemerintah tengah disibukkan dengan program pembangunan. Adapun pembangunan yang dilakukan pemerintah, tambahnya, ada empat sektor strategis yakni sektor pertanian, sektor perikanan, sektor peternakan dan sektor pariwisata.

Kawasan tambak udang ini adalah suatu program yang luar biasa. Dimana sebelum dibuka, katanya, lahan ini merupakan semak belukar. Namun dengan tekad dan kemauan yang tinggi, katanya lebih jauh, lahan yang dulunya dianggap tidak produktif sudah bisa memberikan harapan.

Dijelaskannya, ada sejumlah tantangan yang hadir dalam menjalankan program ini. Saat dimulainya program yang menjadi unggulan pemerintah, katanya, program ini dijalankan sekitar bulan April 2017 lalu. Adapun dana yang tersedia, katanya, hanya ada dana Rp900 juta.

“Dengan dana yang ada, dapat merubah kawasan ini menjadi kawasan tambak udang seperti sekarang ini,” katanya sembari menunjukkan kawasan semak belukar yang disulap menjadi kawasan perikanan yang mampu menghasilkan tersebut seraya mengucapkan terima kasih kepada Adi Pawenari, konsultan teknis yang membantu pemerintah dalam menjalankan program ini.

Awe dengan semangat yang kuat serta kepedulian PT Bank Riau Kepri dengan CSR maka pembangunan tambak udang ini dapat terealisasi. Jika tidak ada visi, misi dan konsep, katanya, lahan ini tidak akan memiliki arti apapun.

Selain itu, kata Alias, udang yang ada didalam tambak ini bukan udang yang ditabur benih melainkan udang yang hidup dari lingkungan sekitar sungai dengan mengatur sistem buka tutup airnya saja.

ini adalah usaha kerja cerdas bersama untuk ekonomi makro masyarakat. Dalam priode pemerintahannya Awe katakan, akan buatkan 1000 hektar tambak udang.

Sementara itu Direktur utama PT Bank Riau Kepri Dr.Irvan Gustari mengatakan Bank , Riau kepri untuk wilayah sumatera ini mendapatkan peringkat yang kedua..CSR yang diperuntukkan untuk pembanguanan tambak udang ini baru pertama dilakukan.

Diakuinya, meskipun ini baru pertama dilakukan katanya ini sangat tepat sasaran sekali. lebih lanjut katanya.ini akan menjadi contoh untuk Kabupaten Kota yang lain.sekarang diibaratkan mendapatkan ikan.kedepan akan di siapkan pancingnya.agar ekonomi masyarakat lebih tumbuh berkembang.

Kedepan kita doakan bersama dalam waktu dekat PT BANK Riau Kepri akan mengembangkan untuk Bank Syariaah Riau Kepri.harapnya(meteo)

Loading...
Loading...