Senin | 30 November 2020 |
×

Pencarian

PERISTIWA

Sadis, Mayat di Ladang Tebu Ternyata Tewas Setelah Dibakar Hidup-hidup

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kediri – Kasus pembunuhan sadis terhadap korban Achmat Wahyu Sobirin (26) yang mayatnya ditemukan dalam kondisi gosong di tengah ladang tebu Desa Kandat masih dalam proses penyelidikan.

Anggota Sat Reskrim Polres Kediri hingga kini masih memburu keberadaan para pelaku.

Loading...

Saat itu, penyidik sedang berada di lokasi penemuan mayat bersama para saksi untuk mengetahui secara langsung kondisi di lapangan.

Setelah berada di lokasi sekitar lima menit mereka pergi meninggalkan lokasi.

BACA: Tragis, Diduga Dianiaya, Mayat Pria Misterius Ditemukan Luka bakar yang Cukup Parah

SURYA.co.id sempat menelusuri tempat kejadian perkara (TKP) di sekitar lahan tebu itu.

Loading...

Lokasi tersebut berada di jalan desa yang relatif sepi.

Di sekitar lokasi radius 100 meter terdapat tumpukan kayu kering persis di bawah pohon.

Jumadi (62) warga setempat mengatakan saksi pertama kali yang menemukan mayat itu adalah Karni (58).

Karni saat itu sedang mencari pakan ternak di lahan tebu milik Hj. Masamah, Rabu 24 januari 2018.

Dia sempat melihat saksi berlari mengabarkan jika ada jenazah pria di tengah lahan tebu.

“Saat itu sudah banyak orang yang berada di lokasi penemuan mayat,” tuturnya kepada SURYA.co.id, Kamis 25 januari 2018.

Diceritakannya, sebelumnya saksi sempat mencari pakan ternak pada Selasa 23 januari 2018 sore.

Namun ketika melewati lahan tebu tidak melihat ada mayat di lokasi tersebut.

Kemudian, keesokan harinya saksi kembali mencari pakan ternak dan melihat sesosok mayat itu.

“Sepertinya Rabu dini hari yang buang mayat itu di lahan tebu. Karena kalau malam jalan ini sepi,” bebernya.

Pengamatan di lokasi, mayat itu berada persis di tengah ladang tebu.

Diketahui, ladang tebu itu pada sebelah timur perbatasan dengan sawah tananam padi.

Sedangkan di sebelah barat tananam tebu berusia sekiatr 4 bulan setinggi dua meter yang mempunyai tekstur tanah padat.

“Tempat itu hanya sebagai lokasi pembuangan mayat, kalau lokasi penganiayaan dan membakar korban di lokasi lain,” terangnya.

Diketahui, pelaku menganiaya korban hingga sekarat.

Korban dipukul memakai benda tumpul yang mengenai organ vital pankreas.

Hal itu yang menyebabkan korban meninggal.

Ditengarai ketika terjadi penganiayaan itu kondisi korban tertelungkup karena menahan sakit.

Pelaku menyiramkan minyak gas dan membakarnya.

Diperkuat, pihaknya mencium aroma minyak gas dari jenazah korban.

“Hal itu dibuktikan dengan hasil otopsi, korban dibakar saat dalam kondisi masih hidup,” ungkapnya.

Sedangkan, pelaku memabawa sepeda motor, uang dan ponsel korban.

Menurut dia, penganiayaan ini telah direncanakan.

Belum bisa memastikan apa motif pembunuhan ini. Penganiayaan dan pencurian atau dendam. Masih dalam proses penyelidikan. (Istimewa)

sumber: tribunnews.com

Loading...
Loading...