Minggu | 06 Desember 2020 |
×

Pencarian

PERISTIWA

Tebang Pohon Durian, Hakim Vonis Sebulan Penjara, Nenek 92 Tahun Banding

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tobasa – Saulina boru Sitorus (92) atau yang dikenal di kampugnya dengan panggilan Ompu Linda akan mengajukan banding atas putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Balige, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) yang menjatuhi hukuman penjara 1 bulan 14 hari padanya.

Demikian disampaikan kuasa hukum Saulina, Boy Raja Marpaung kepada wartawan, Selasa, 30 Januari 2018.

Loading...

“Kami sudah berembug dan memutuskan untuk ajukan banding,” tegas Boy.

Boy mengaku pihaknya kecewa terhadap hakim yang terkesan hanya terpaku pada pembelaan atau pleidoi pada sidang sebelumnya. Hakim juga dinilai terlalu mudah menyatakan bahwa Japaya adalah pemilik pohon durian yang ditebang. Apalagi hanya dengan keterangan saksi yang notabene anak dan istri Japaya.

Selain itu, Boy juga menyesalkan majelis hakim yang mengabaikan norma adat batak oleh Saulina. Menurut Boy, hampir seluruh orang batak yang tinggal di Tapanuli memperbaiki kuburan leluhur mereka seperti halnya Ompu Linda. Memang diakui Boy, norma adat tersebut tidak tertulis.

“Harusnya hakim mempertimbangkan norma adat atau budaya batak itu,” tegas Boy.

Loading...

Ditambah lagi, kata Boy, Ompu Linda sudah permisi ke kerabat (tulangnya) untuk memperbaiki dan membersihkan tanah leluhurnya itu. Secara hukum pidana, memidakan seseorang tidak hanya dari perbuatnnya saja. Niat Ompu Linda yang sudah melakukan iktikad baik dengan permisi itu harus jadi pertimbangan hakim.

Selain itu, Boy kembali menekankan jika tanah tersebut statusnya sudah menjadi tanah wakaf bagi warga Panamean oleh Kardi dan tidak diizinkan sebagai lahan berladang atau bercocok tanam di areal itu. Bahkan sudah banyak juga ada kuburan di atasnya. Lahan tersebut, tambah diam, bukan milik Japaya maupun milik gereja. Sebab, bila memang benar itu adalah lahan gereja pihak gereja, pasti keberatan ketika tugu/tambak dibangun di sana.

“Tanah itu sudah wakaf. Kita ada surat ahli warisnya. Sudah kita cantumkan. Harusnya ini jadi pertimbangan, jangan diabaikan,” ungkap Boy. (***)

sumber: rmol.co

Loading...
Loading...