Kamis | 03 Desember 2020 |
×

Pencarian

PERISTIWA

Terungkap! Pisau yang Dipakai Nadia untuk Menghabisi Vena Selinda Ternyata Punya Kakek ini

MEDIAKEPRI.CO.ID, Malang – Misteri dugaan pembunuhan yang terjadi di Pantai Ngliyep, Malang Selatan pada Jumat 29 Desember 2017 terkuak.
Kini, polisi menetapkan Nadia Fegi Madona (18) sebagai tersangka kasus tewasnya VS, (16).

Sekadar diketahui,VS siswi SMA umur 16 tahun ditemukan terluka parah di Pantai Ngliyep, Malang Selatan.

Loading...

Di tubuh dia ditemukan penuh luka bacok dan sayatan. Luka sayatan di leher melingkar 15 – 20 cm, luka sayat di perut sepanjang 15 cm dalam 0,5 cm.

Lalu, luka bacok di punggung tangan kanan, punggung tangan kiri, luka bacok di sela tangan kiri.

Akibat peristiwa ini, polisi menerapkan Pasal 80 ayat 3 UU Perlindungan Anak kepada Nadia.

Pasal itu mengatur tentang tindak penganiayaan kepada anak yang menyebabkan kematian. Ancaman hukuman dari pasal itu adalah paling lama 15 tahun penjara dan/atau denda paling banyak Rp 3 miliar.

Loading...

Kasatreskrim Polres Malang AKP Azi Pratas Guspitu menuturkan, polisi hanya menetapkan satu orang tersangka dalam peristiwa yang terjadi di hutan milik Perhutani petak 111-C kawasan wisata Pantai Ngliyep Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang, Jumat 29 Desember 2017 itu.

Kepada Surya, Azi menegaskan kalau penganiayaan itu hanya dilakukan oleh Nadia seorang diri.

Sementara tersiar kabar kalau, sebelum penganiayaan itu, Vs pergi bersama dua orang lain, salah satunya Nadia.

“Berdasarkan keterangan pelaku dan yang kami kumpulkan dari saksi, korban ini hanya pergi berdua sama pelaku. Naik motor pelaku,” ujar Azi yang dihubungi Surya, Sabtu 30 Desember 2017.

Azi mengakui pihaknya telah meminta keterangan dari Nadia, warga Desa Kaliasri Kecamatan Kalipare itu. Nadia ditangkap beberapa jam setelah tubuh Vs ditemukan bersimbah darah.

Dalam keterangannya, Nadia mengaku pergi bersama Vs, berboncengan naik sepeda motornya.

Masih menurut Azi, kematian Vs akibat luka di lehernya. Leher itu terkena sabetan pisau oleh Nadia.

Pisau itu tersimpan di dalam jok sepeda motor Nadia. Kepada polisi, Nadia mengaku kalau pisau itu milik sang kakek yang biasa dipakai untuk mengeluarkan bekicot dari cangkangnya.

“Pisau itu ada di jok motor pelaku. Ngakunya milik sang kakek. Ini yang masih kami dalami, apakah memang seperti itu,” imbuhnya. Polisi juga masih mencari pisau yang dipakai Nadia itu.

Penganiayaan itu, kata Azi, bermula dari kemarahan Vs kepada Nadia. Cerita ini didapatkan polisi dari pengakuan Nadia.

Vs membeli bedak secara online melalui Nadia seharga Rp 110 ribu. Rupanya Vs marah karena mendapati bedak yang dibelinya kedaluwarsa dan tidak sesuai promosi.

“Korban marah kepada pelaku. Bilangnya produknya jelek, kedaluwarsa dan sebagainya. Terus yang ngajak ke TKP itu juga korban.

Terus pelaku ini ngaku ditodong pisau duluan oleh korban. Pelaku menangkis sehingga pisau terlempar dan korban juga sempat melempar pelaku memakai batu,” ujar Azi.

Dalam perkelahian itulah, kata Azi, pelaku mengambil pisau yang terlempar dan menyabetkannya ke leher Vs. Luka sabet dua kali di leher itulah membuat luka parah sampai akhirnya Vs meninggal dunia dalam perjalanan ke RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang.

Ketika disinggung apakah ada unsur perencanaan dalam peristiwa itu, Azi mengaku masih mendalaminya juga. “Apakah ada unsur perencanaan dan kesengajaan itu juga masih kami dalami. Tetapi pelaku melakukannya seorang diri,” tegas Azi.

Saat ini Nadia sudah ditahan di Polres Malang. Ia dipindah ke Polres Malang, Jumat (29/12/2017) malam pukul 23.00 Wib.

Sementara itu, jenazah Vs sudah dikembalikan ke keluarganya di Desa Mentaraman Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang.

Sementara barang bukti yang disita polisi adalah satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam bernomor polisi N – 6823 – IW2, uang sebesar Rp. 114.000, sebuah ponsel, sebuah jas hujan, BH, termos, helm, juga obat dan kapas.

Seperti diberitakan, warga menemukan tubuh seorang remaja di kawasan hutan Pantai Wisata Ngliyep Kecamatan Donomulyo, Jumat 29 Desember 2017 siang.

Tubuh perempuan yang kemudian diketahui bernama Vs itu berlumuran darah akibat luka di tubuhnya. Nyawa Vs tidak bisa diselamatkan. Ia tewas dalam perjalanan ke RSUD Kanjuruhan. (***)

sumber: tribunnews.com

Loading...
Loading...