PARIWISATA

Anda Penggemar Batik? Yuk Berwisata Sambil Berburu Batik Berkualitas di Beberapa Tempat Ini

Selasa | 13 Februari 2018 | 10:43

MEDIAKEPRI.CO.ID, Solo – Solo merupakan salah satu pilihan tempat wisata terbaik untuk mengenal kekayaan budaya batik. Ini dia aneka tempat untuk wisata batik di Solo.

Tidak hanya itu, Solo terkenal dengan industri rumahan berupa batik. Memborong batik dari yang murah meriah hingga batik berharga jutaan rupiah dapat ditemui di Solo.

Di Solo pun dapat menjadi tempat wisata unik yaitu wisata batik. Pasar Klewer yang terletak di Jalan Dr Rajiman Solo merupakan sentra batik yang sudah berdiri zaman pendudukan Jepang di Indonesia.

Kalau ingat mau beli batik, ya ke Pasar Klewer begitu anggapan masyarakat umum terhadap Solo. Namun sayang, tahun 2014 Pasar Klewer mengalami kebakaran besar.

Pasar Klewer terkenal dengan belanja sistem grosir alias bisa beli banyak batik. Namun harganya terjangkau dan batik-batiknya oke punya, tidak kalah dengan batik yang terdapat di gerai-gerai di mall maupun di butik.

Selain Pasar Klewer, terdapat tiga tempat yang memadai untuk berwisata batik. Yang pertama adalah Kampung Wisata Batik Kauman.

Kalau umumnya di tempat lain untuk belanja batik baru buka toko pada pukul 10.00 WIB, di Kawasan Kauman sejak pagi pukul 08.00 WIB toko sudah buka dan siap melayani pengunjung.

Kampung Batik Kauman terletak di gang-gang yang cukup sempit dan cukup banyak juga sentra industrinya. Maka menggunakan becak dapat menjadi pilihan yang tepat untuk mengunjungi kawasan Kauman yang umumnya dipenuhi dengan bangunan tua baik arsitektur Belanda hingga rumah Joglo khas Jawa.

Kampung Kauman pada awalnya merupakan pemukiman kaum Abdi Dalem Keraton Kasunanan yang mempertahankan tradisi batik khas Surakarta. Menurut bapak becak yang becaknya saya naiki, saat ini di Kampung kauman terdapat 67 pengrajin batik rumahan. Kampung Kauman terletak tidak jauh dari pusat kota Solo.

Kawasan berikutnya adalah Kampung Laweyan. Dari Kampung Kauman ke Kampung Laweyan dengan menggunakan becak menghabiskan waktu kurang lebih 20 menit, agak jauh dari pusat kota Solo.

Selain kampung Kauman, Laweyan merupakan pusat batik tertua dan terkenal di kota Solo. Sekitar 80 persen penduduknya bekerja sebagai pengrajin batik di Kampung laweyan.

Yang khas yaitu batik produksi kampung Kauman umumnya berwarna gelap dan bermotif klasik, sedangkan di Kampung Laweyan, batiknya cenderung berwarna cerah.

Di Kampung Laweyan, terdapat satu toko batik bernama Omah Laweyan yang menawarkan batik berwarna cerah. Kita dapat melihat langsung pengrajin batik yang tengah mencanting batik.

Wisata batik berikutnya adalah Museum Batik Danar Hadi. Untuk masuk ke museum ini pengunjung dipungut bayaran sebesar Rp 35 ribu, namun pengunjung akan mendapatkan pengetahuan batik secara luas dari pemandu sambil mengelilingi koleksi batik yang jumlahnya ribuan.

Tidak lupa juga pengetahuan batik Solo dan Yogya, perpaduan motif batik Belanda, India yang kemudian berpengaruh terhadap perkembangan batik di kawasan pesisir dan sejarah Santoso Dollah, pemilik Danar Hadi memulai bisnis batik dari rumah ke rumah hingga menjadi sentra industri batik yang besar.

Namun, pengunjung tidak boleh mendokumentasikan gambar ketika memasuki Museum Danar Hadi. Satu hal yang saya ingat bahwa batik merupakan karya tradisi Indonesia yang mengedepankan kesabaran, ketekunan dalam membuat sebuah karya yang indah dimulai dari proses minimal 4 bulan untuk dapat menghasilkan batik dari berbagai proses yang cukup rumit dan rinci, Mari lestarikan batik Indonesia. (***)

sumber: detik.com

Editor :