KESEHATAN

5 Vitamin dan Mineral Ini Wajib Dikonsumsi untuk Tumbuh Kembang Anak-anak

Senin | 19 Februari 2018 | 13:47

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Mikronutrien yang terdiri dari vitamin dan mineral sangat penting untuk pertumbuhan, pencegahan penyakit, dan kesejahteraan secara keseluruhan untuk anak-anak.

Setidaknya setengah dari anak-anak dunia yang berusia 6 bulan sampai 5 tahun menderita defisiensi satu jenis mikronutrien, menurut Centers for Disease Control and Prevention.

Berikut ini adalah beberapa mikronutrien yang penting bagi anak-anak, dikutip dari Huffington Post.

1. Vitamin A

Menurut CDC, Vitamin A merupakan salah satu mikronutrien paling penting untuk perkembangan anak usia dini. Selain meningkatkan sistem kekebalan tubuh, vitamin A juga dapat mengurangi risiko kebutaan dan stunting, serta kematian akibat infeksi masa kanak-kanak yang mengancam kehidupan seperti diare dan campak.

Dalam sebuah studi tahun 2015, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan bahwa kekurangan vitamin A adalah masalah kesehatan yang memengaruhi beberapa negara bagian dunia, khususnya Asia Tenggara dan Afrika. Vitamin A dapat ditemukan pada produk susu seperti susu, keju dan yogurt, serta kacang pistachio, wortel, dan blewah.

2. Vitamin D

Menurut WHO, bayi dan anak yang sedang berkembang membutuhkan vitamin D untuk pertumbuhan tulang dan sistem kekebalan tubuh yang tepat. Kurangnya vitamin D dalam makanan anak dikaitkan dengan banyak infeksi pernafasan seperti pneumonia, bronkiolitis, dan tuberkulosis.

Pneumonia adalah salah satu penyebab utama kematian bagi anak-anak di seluruh dunia, menjadikan vitamin D sebagai vitamin tak terpisahkan untuk anak-anak. Vitamin ini bisa ditemukan pada makanan seperti telur dan ikan berminyak seperti salmon, makarel, serta keju.

3. Zat besi

Menurut WHO, “anak-anak sangat rentan terhadap Iron Deficiency Anemia (IDA), salah satu jenis anemia. Hal ini karena meningkatnya kebutuhan zat besi yang cepat, terutama pada lima tahun pertama kehidupan.

“Efek samping terjadinya IDA meliputi gangguan perkembangan kognitif dan bahkan morbiditas masa kanak-kanak. Untuk mencegah IDA pada anak kecil, CDC menyarankan bayi berusia kurang dari satu tahun yang hanya meminum susu sebaiknya memilih susu formula yang diperkaya dengan zat besi, sedangkan pada anak-anak yang sudah lebih dewasa sebaiknya mengonsumsi makanan yang kaya akan zat besi.

Beberapa sumber zat besi yang terbaik adalah sayuran berdaun hijau gelap, ayam, dan kacang-kacangan.

4. Yodium

Yodium adalah mineral penting, karena tubuh membutuhkannya untuk membuat hormon tiroid, yang penting untuk perkembangan dan pertumbuhan. Bila anak-anak memiliki kasus kekurangan yodium yang parah, hal itu dapat membahayakan perkembangan sistem saraf dan otak.

Bahkan kasus kekurangan yodium yang kurang parah dapat menyebabkan defisit perkembangan saraf seperti kecerdasan yang agak rendah dari rata-rata yang diukur dengan IQ, menurut National Institutes of Health.

Tidak seperti mineral sejenisnya, yodium tidak mudah ditemukan pada makanan biasa, meskipun dapat ditemukan pada beberapa makanan laut dan produk susu, misalnya rumput laut.

5. Zinc

Zinc sangat penting untuk kekebalan tubuh dan resistensi infeksi. Menurut WHO, zinc merupakan mineral utama untuk pertumbuhan linier anak-anak di bawah usia 5 tahun, membantu meningkatkan kekebalan tubuh, tinggi badan, dan penambahan berat badan.

Ditambah lagi, zinc dapat ditemukan di banyak makanan populer, seperti kacang-kacangan dan produk susu. (***)

sumber: metrotvnews.com

Editor :