NEWS

Tujuan Pemerintah Ijinkan Perum Bulog Impor Beras Agar Tekan Harga Beras, Tapi yang Terjadi Sebaliknya

Senin | 19 Februari 2018 | 10:02

MEDIAKEPRI.CO.ID – Beras impor dari Vietnam dan Thailand mulai masuk ke Indonesia. Namun, sayangnya harga beras di pasaran belum turun juga. Beras impor gagal jinakkan harga.

Ketua Umum Persatuan Penggilingan Padi dan Pengu­saha Beras Indonesia (Perpadi) Sutarto Alimoeso mengatakan, sampai saat ini belum ada penurunan harga beras di pasar dan sentra-sentra beras. Hal ini dikarenakan beras impor yang masuk umumnya terserap untuk pemenuhan stok gudang Bulog.

“Pemenuhan kebutuhan pasar masih mengandalkan stok gu­dang sejak akhir tahun lalu. Oleh sebab itu harganya belum turun, karena ketersediaan di pasar juga belum banjir,” kata Sutarto kepada Rakyat Merdeka di Jakarta, Jumat 16 Februari 2018.

Selain itu, akhir pekan yang bertepatan dengan libur Imlek 2018 juga mempengaruhi stok di pasar. Lantaran ada beberapa pengiriman ke pasar yang masih terhambat libur. Sedangkan pa­sokan dari sentra-sentra produksi beras di daerah juga tersendat akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir.

“Pekan ini harga belum berubah. Untuk harga gabah memang sudah mengalami penurunan sedikit, sekitar Rp 100-Rp 300, tapi tidak mempengaruhi harga beras,” tegas Sutarto.

Bekas Dirut Perum Bulog itu mengatakan, masih tingginya harga beras saat ini juga disebabkan belum meratanya panen raya. Baru beberapa tempat saja yang melakukan panen.

“Kemungkinan awal Maret baru panen raya dan berpengaruh kepada penurunan harga beras. Termasuk di daerah-daerah,” kata Sutarto.

Untuk diketahui, pemerintah menerbitkan izin impor beras sebanyak 500.000 ton kepada Perum Bulog. Izin impor sebagai bentuk upaya pemerintah untuk menurunkan harga beras yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami kenaikan.

Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan memprediksi beras impor hanya akan masuk sebesar 281.000 ton sampai akhir Februari. Hingga kini, beras impor yang masuk ke Indonesia sekitar 50.000 ton.

“Perkiraan mungkin sampai sekarang baru masih 40.000 sampai 50.000 an. Kita sudah prediksi sekarang cuma 281.000 ton yang mungkin bisa masuk,” tambahnya.

Menurut dia, pemerintah nantinya akan mengevaluasi penyebab target impor tidak capai target. Hal tersebut akan dibahas melalui rapat koordinasi terbatas antar kementerian terkait.

“Kita evaluasi, Bulog kenapa tidak nyampe 500.000 ton nih, yang kurangnya harus bagaimana. Nah, keputusannya bagaimana-bagaimananya harus diputuskan kembali melalui rakortas,” tandasnya.

Direktur Pengadaan Perum Bulog Adrianto total beras impor yang telah masuk Indonesia ada sebanyak 62.500 ton. Sebab saat ini di pelabuhan Panjang, Lampung telah ada beras impor sebanyak 5.500 ton. Sebelum­nya, beras impor dari Vietnam juga sudah masuk ke Indonesia sebanyak 57.000 ton. (***)

sumber: rmol.co

Editor :