NEWS

21 Februari 1965, Sejarah Hari Ini: Malcom X Tewas Dibunuh

Rabu | 21 Februari 2018 | 14:24

Filsafat Malcolm X memberikan pengaruh cukup kuat di kalangan warga Amerika.

MEDIAKEPRI.CO.ID – Malcolm X, seorang nasionalis religius berdarah Afrika-Amerika dibunuh oleh pesaingnya saat menangani Organisasi Persatuan Afro-Amerika di Audubon Ballroom Heights New York City.

Dia memiiki nama asli Malcolm Little dan lahir di Omaha, Nebraska pada 1925. Malcom adalah anak dari James Earl Little, seorang pengkutbah Baptis yang menganjurkan cita-cita nasionalis hitam Marcus Garvey.

Ancaman dari Ku Klux Klan memaksa keluarga tersebut untuk pindah ke Lansing, Michigan. Di situlah ayahnya terus mengkhotbahkan khotbah kontroversialnya meski mendapat ancaman terus-menerus.

Pada 1931 ayah Malcolm dibunuh secara brutal oleh legiun kulit putih Black Legion. Pihak berwenang Michigan menolak untuk mengadili mereka yang bertanggung jawab.

Pada 1937, Malcom diambil dari keluarganya oleh pekerja sosial. Pada saat itu dia mencapai usia sekolah menengah. Dia putus sekolah dan pindah ke Boston dan semakin terlibat dalam kegiatan kriminal.

Pada 1946, saat usianya menginjak 21 tahun, Malcolm dikirim ke penjara dengan tuduhan mencuri. Di sanalah dia menemukan ajaran Elijah Muhammad, pemimpin Nation of Islam, yang anggotanya dikenal sebagai Black Muslim.

Nation of Islam menganjurkan nasionalisme hitam dan separatisme rasial dan mengutuk orang Amerika keturunan Eropa sebagai setan yang tidak bermoral.

Ajaran Elijah memiliki efek yang kuat pada Malcolm, yang mengikuti program pendidikandiri yang intensif dan mengambil nama belakang X yang melambangkan identitas Afrika curiannya. Setelah enam tahun, Malcolm dilepaskan dari penajra dan menjadi menteri setia Nation of Islam dan efektif di Harlem, New York.

Berbeda dengan pemimpin hak-hak sipil seperti Martin Luther King Jr., Malcolm X menganjurkan pembelaan diri dan pembebasan orang-orang Amerika Afrika dengan cara apapun yang diperlukan. Malcolm adalah seorang orator yang berapi-api sehingga dikagumi oleh komunitas Amerika Afrika di New York dan sekitarnya.

Pada awal 1960-an, dia mulai mengembangkan filsafat yang lebih blak-blakan daripada Elijah Muhammad. Kemudian pada akhir 1963, pernyataan Malcolm tentang pembunuhan Presiden John F. Kennedy membuat Elijah meyakini Malcolm telah menjadi terlalu kuat.

Sehingga itu adalah kesempatan yang tepat untuk memecatnya dari Nation ofIslam.

Beberapa bulan kemudian secara resmi Malcolm meninggalkan organisasitersebut dan berhaji ke Makkah.

Dia kembali ke Amerika sebagai Al-Haj Malik Al-Shabazz, dan pada Juni1964 dia mendirikan Organisasi Persatuan Afro-Amerika, yang mengadvokasiidentitas hitam dan menekan rasisme. Beranggapan bahwa bukan ras kulit putih yang menjadi musuh terbesar orang Afrika-Amerika.

Gerakan baru Malcolm dengan mantap mendapatkan pengikut, dan filsafatnya yang lebih moderat menjadi semakin berpengaruh dalam gerakan hak-hak sipil,terutama di kalangan pemimpin Komite Koordinasi Mahasiswa Non-kekerasan.

Pada 21 Februari 1965, satu pekan setelah rumahnya dibom, Malcolm Xditembak mati oleh anggota Nation of Islam saat berbicara di sebuah demonstrasi di organisasinya di New York City. (***)

sumber: republika.co.id

Editor :