PARIWISATA

Meriahnya Ngaben dan Pelebon: Ritual Pemakaman di Bali, Perbedaannya Ada di Segi Proses, Biaya, dan Tampilan

Rabu | 21 Februari 2018 | 17:40

MEDIAKEPRI.CO.ID – Selain Ngaben, masyarakat Hindu Bali juga punya prosesi Pelebon untuk mengantar jenazah kerabat ke alam sana. Inilah ritual pemakaman di Bali.

Masyarakat Bali percaya bahwa tubuh jenazah harus dibakar agar jiwa dari orang yang meninggal tersebut dapat terbebas ke asalnya dan terlahir kembali. Proses pembakaran jenazah tersebut biasa disebut dengan Ngaben atau ada juga yang disebut dengan Pelebon.

Pelebon merupakan upacara pemakaman yang diperuntukkan bagi para Raja dan keluarga Raja di Bali. Pelebon yang paling dekat waktunya akan dilaksanakan pada awal Maret 2018 mendatang di Puri Saren Ubud.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan sewaktu tim #dtravelerwithoppof5 berkunjung ke Puri Saren Ubud, ternyata terdapat beberapa perbedaan antara Pelebon dan Ngaben, yaitu dari segi proses, biaya, dan tampilan.

Untuk proses, biasanya Pelebon akan memakan waktu lebih lama untuk persiapan. Karena Bade (wadah untuk mengantarkan jenazah) yang dibuat akan sangat besar, terbuat dari bambu dan kayu. Untuk mengumpulkan bambunya sendiri saja sudah memakan waktu yang sangat lama, biasanya berbulan-bulan.

Sedangkan untuk biaya, upacara Pelebon akan memakan biaya yang jauh lebih besar dari Ngaben karena upacara ini merupakan salah satu bentuk atau wujud dari martabat seorang raja.

Untuk Bade-nya sendiri saja diperkirakan akan mecapai miliaran rupiah. Dan terakhir untuk tampilan, Pelebon akan terlihat sangat meriah dan megah dengan banyak sekali ornamen-ornamen yang digunakan untuk menghias Bade dan sarkofagus yang biasa berupa ‘lembu’. (***)

sumber: detik.com

Editor :