Senin | 21 Oktober 2019 |
×

Pencarian

NEWS

Keindahan Tersembunyi di Pulau Seram Utara “Pantai Berbatu, tapi Tidak Tajam”

Senin | 12 Februari 2018 | 13:13

MEDAKEPRI.CO.ID – Indonesia banyak menyimpan surga tersembunyi, beberapa diantaranya berada di Pulau Seram bagian Utara.
Pulau Seram Utara ternyata menyimpan keindahan alam yang luar biasa indahnya. Keindahan pantai dan lautnya terdengar harum bagi bangsa lain, kekayaan alam melimpah baik yang terlihat di permukaan, maupun di dalam laut.

Tanpa harus bersusah payah menyelam pun, kita bisa menikmati aneka ikan berwarna warni dari permukaan. Bulan Desember termasuk bulan yang baik untuk berkunjung ke Pulau Seram, karena laut tidak terlalu bergejolak, seiring dengan liburan sekolah dan liburan Natal juga Tahun Baru yang memungkinkan saya berangkat bersama keluarga.

Sebelum ke Pulau Seram, kami bermalam terlebih dahulu di kota Ambon selama 3 hari, dilanjutkan dengan perjalanan menuju Pulau Seram dari Pelabuhan Tulehu, yang jaraknya sekitar 40 menit dari kota Ambon. Untuk menyeberang ke Pulau Seram, ada dua kali keberangkatan, dan kami mengambil yang berangkat pukul 16 WIT.

Setelah menempuh perjalanan selama 2 jam, akhirnya kami tiba menjelang malam di Pelabuhan Amahai. Di Amahai kami menginap beberapa malam di Lounusa beach resort, sebelum akhirnya kami menyewa mobil untuk ke negeri Saleman, yang terletak di Seram Utara. Salah satu spot menarik di Amahai yang kami kunjungi dan kami rekomendasikan adalah Pantai Kuako. Pantai berbatu-batu yang sangat bersih dan sepi pengunjung, namun agak sulit dicapai karena untuk menuju ke pantai ini, setidaknya harus menyewa mobil, angkot, atau naik motor.

Penduduk percaya bahwa air di Pantai Kuako sanggup menyembuhkan berbagai penyakit luar maupun dalam.

Walaupun pantainya berbatu, namun batunya sama sekali tidak tajam, dan sangat nyaman di jadikan alas tiduran atau berendam tanpa harus menimbulkan luka di tubuh. Dari kejauhan, kami bisa melihat Tanjung Kuako, yang dipercaya penduduk setempat, sangat terlarang untuk dilihat atau dikunjungi oleh istri-istri Latuny.

Konon di Tanjung Kuako tersebut ada danau besar keramat, namun karena saya termasuk istri Latuny, jadi saya tidak bisa menyaksikan keindahannya dari jauh maupun dekat.

Perjalanan dari Amahai menuju negeri Saleman memakan waktu 2,5 jam, dengan menempuh perjalanan berliku, naik turun pegunungan, namun kami bersyukur jalan raya yang kami tempuh sangat mulus, dan agak heran karena di pedalaman seperti itu kami bisa menemukan kondisi jalanan yang prima.Sepanjang perjalanan kami bisa melihat hutan yang masih rimbun, serta pemandangan hijau yang luar biasa menyejukkan mata.

Sesekali mobil berhenti di spot spot strategis, untuk mengizinkan kami melihat kota Amahai dan lautnya yang biru dari kejauhan, serta pemandangan yang memperlihatkan Taman Nasional Manusela dari kejauhan. Sangat sangat indah, dan menyejukkan mata.

Sewa mobil untuk menuju ke/dari negeri Saleman: Rp. 1,2 juta. Akhirnya mobil sampai di negeri Saleman, suatu kawasan di Pulau Seram Utara yang menjadi titik transit bagi pengunjung, untuk menuju ke Pantai Ora, Tebing Batu, dan Air Belanda.

Dengan menyewa kapal seharga Rp. 600,000,- kami sudah bisa menikmati pesiar ke tiga lokasi tersebut satu hari penuh sepuasnya.

Kami sengaja tidak menginap di Ora dan memakai jasa agen tours dan travel, karena kami mengatur sendiri semua perjalanan kami, dan itu lebih memuaskan hati. Sungguh pengalaman yang luar biasa, dimana semua pengeluaran terbayar dengan kepuasan hati dengan indahnya pemandangan yang kami nikmati. Suatu hari nanti pasti kami akan kembali. (***)

sumber: detik.com

Editor :