Jumat | 18 Oktober 2019 |
×

Pencarian

NEWS

Semangat Macan Kemayoran Lawan Bali United di Stadion Utama GBK Senayan

Sabtu | 17 Februari 2018 | 11:06

MEDIAKEPRI.CO.ID – Ketat dan menegangkan. Atmosferitu kemungkinan bakal mewarnai pertandingan final Persija Jakarta versus Bali United di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, malam ini.

Pertandingan yang rencananya di saksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo tersebut diperkirakan akan dipadati oleh puluhan ribu suporter dari kedua kesebelasan. Baik Persija maupun Bali United akan memanfaatkan final ini sebagai pembuktian siapa yang terbaik. Khususnya Persija Jakarta yang sudah belasan tahun belum meraih gelar.

“Mumpung sudah sampai di final, jangan sampai gagal. Apalagi pertandingan akan digelar di Stadion Utama GBK Senayan, Jakarta,” ujar pelatih Persija, Stefano Cuggurra.

Teco sapaan akrabnya, ingin para pemain Macan Kamayoran memiliki riwayat juara lantaran hampir semua be­lum pernah merasakan meraih trofi.

“Ada beberapa pemain belum pernah juara, ya ini berarti jadi kesempatan. Jangan terlalu lama menunggu, harus maksimal, final harus juara,” kata Teco, dalam jumpa pers di media center Stadion Utama GBK Senayan, Jakarta.

Menurut Teko di sepak bola juga tidak boleh hanya bicara kemenangan. Semua komponen tim harus tahu bahwa di sepak bola juga ada kekalahan. “Tapi semua yang ada di stadion harus menyadari kalau sepak bola itu ada kalah dan menang. Apapun hasil harus diterima,” ujar Teco.

Teco mengaku sudah tahu kekuatan dan kelemahan calon lawannya. “Bali United adalah tim bagus dan komplit mereka punya pemain -pemain bintang,” jelasnya.

Hal senada dikatakan kapten tim Maman Abdurahman. “Bali United ada­lah tim bagus.Mereka lolos ke final bukan karena beruntung tapi karena memiliki modal untuk lolos.Selain diperkuat pemain- pemain bagus mereka juga memi­liki pelatih yg berkualitas,” paparnya.

Menurut Maman ada beberapa pemain yang harus diwaspadai yakni Spasojevic, Lilipali dan Yabes Roni. “Tapi saya sudah kenal karakter mereka mudah- mudahan tidak ada masalah,” sebut Maman.

Sebaliknya kubu Bali United tidak gentar dengan Persija Jakarta sekalipun mereka seperti tuan rumah. Intimidasi dari The Jakmania (suporter Persija) bakal jadi ancaman tersendiri untuk Bali United. The Jakmania diprediksi bakal mendominasi stadion GBK pada partai final, namun tak ada kecemasan berlebih dari Hans-Peter Schaller, pelatih Bali United.

“Selalu ada tekanan di dalam sepakbola, dan besok adalah hari yang spesial. Kami sudah pernah menghadapi tekanan tuan rumah di Palembang, dan tekanan bukan masalah untuk kami sebagai tim,” ucap pelatih asal Austria itu.

Kedua tim sudah pernah berjumpa pada fase grup di Gianyar. Pada pertandingan tersebut, Bali United yang bertindak sebagai tuan rumah mampu membungkam Persija dengan skor akhir 3-2, di Stadion Kapten I Wayan Dipta. Akankah hasil itu terulang? (***)

rmol.co

Editor :