Senin | 25 Januari 2021 |
×

Pencarian

BATAM

Trik Pelajar SMP untuk Bolos Sekolah yang Terjaring Razia di Warnet Botania Batam

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Pelajar yang sudah kecanduan bermain game di warung internet (warnet) sudah tidak bisa dibendung lagi. Mereka lebih baik meninggalkan mata pelajaran di sekolah untuk bisa bermain game online.

Untuk dapat menjalani kecanduannya itu, para pelajar punya trik dan cara jitu agar tidak terbaca oleh orang tua dan guru mereka.

Loading...

Trik sederhana yang mereka lakukan adalah mengenakan switer, jeket, sandal bahkan ada yang membawa bontot dari rumah. Mereka tidak sadar, celana seragam warna biru yang mereka kenakan terbaca oleh orang tua dan warga.

Buktinya, Tim Trantip Kecamatan Batam Botania menjaring sembilan pelajar dalam razia terhadap usaha Warnet di wilayah Botania 1 Batam Centre, RW 29, Kelurahan Belian, Kota Batam, Kepulauan Riau, Senin, 5 Februari 2018.

Kasi Trantip Junaidi mengatakan razia tersebut merupakan adanya laporan dari masyarakat, sehingga langsung diturunkan petugas Satpol PP ke lokasi di komplek ruko Botania 1 Blok D tidak jauh dari persimpangan Perum Nadim Raya.

”Para pelajar ini semua mengenakan switer, jeket, sandal bahkan ada yang membawa bontot dari rumah, tetapi masih memakai celana biru SMP, atas dasar itulah kecurigaan masyarakat melapor kan. Ini adalah modus supaya mereka tidak dikenali sebagai pelajar saat masuk ke warnet tersebut,” ujar Junaidi ke Wartawan.

Loading...

Saat digiring ke sekolah mereka, ternyata salah seorang wali kelas mereka kaget, dan membenarkan bahwa anak anak ini membolos dan tanpa sepengetahuan Kami dan orang tua nya.

“Saat berangkat ke sekolah, diantar orang tuanya, tetapi kok ga masuk? ternyata membolos dan bermain main di warnet,” ungkap guru yang tidak ingin disebutkan namanya.

Ditambahkan tim Trantib, dari kegiatan ini kami akan menyerah kan ke pihak sekolah mereka, supaya dibina dan menasehati supaya jangan membolos lagi. Pihak sekolah pun berjanji akan memanggil Orang tua siswa.

Untuk Warnet sendiri sudah diberi peringatan dan teguran karena membolehkan pelajar bermain di warnet nya di waktu jam sekolah yang berjarak kira kira 100 meter saja dari sekolah mereka. ” Soal izinnya masih kita cek apakah sudah ada apa belum,” ujarnya.(kmg)

sumber: wartakepri.co.id

Loading...
Loading...