INTERNASIONAL

Dianggap Diam saat Pelanggaran HAM di Rohingya, Musium Peringatan Holokus Amerika Tarik Anugerah Suu Kyi Ditarik

Jumat | 09 Maret 2018 | 9:50

MEDIAKEPRI.CO.ID, Washington – Musium Peringatan Holokus Amerika Serikat (AS) akhirnya menarik penghargaan tertinggi Hak Asasi Manusia (HAM) dari tokoh demokrasi asal Myanmar, Aung San Suu Kyi. Penarikan ini berkaitan dengan sikap Suu Kyi yang dianggap diam saat pelanggaran HAM di Rohingya.

Seperti diketahui, Aung San Suu Kyi adalah peraih nobel perdamaian pada 1991 atas perjuangannya melawan Junta Militer dan memerdekaan rakyat Myanmar. Dan enam tahun lalu, pemimpin partai Liga Demokrasi Nasional ini meraih pernghargaan Elie Wiesel dari Musium Holokus AS atas usaha yang sama.

Dikutip dari Kantor Berita AFP, Jumat, 9 Maret 2018, Musium Holokus AS menemukan bukti bahwa Suu Kyi tidak berbuat apapun saat operasi militer negaranya menyasar kawasan Rohingya. Bahkan mengeluarkan pernyataan retorik dengan menentang usaha PBB yang ingin mengambil tindakan penyelamatan etnis rohingya.

“Setelah serangan tentara atas masyarakat Rohingya dilancarkan pada tahun 2016 dan 2017, kami berharap anda sebagai seorang individu yang selama ini berjuang untuk kemerdekaan rakyat Myanmar melalukan sesuatu bagi membantu etnis itu, atau sekurang-kurangnya menyuarakan pendapat dengan mengutuk tindakan keji tersebut,” kata juru bicara Musium dalam surat resmi yang ditujukan kepada Suu Kyi.

Parti yang dipimpin Suu Kyi juga melarang media melaporkan kejadian pembunuhan besar-besaran ke atas etnik itu. Pembungkaman media ini menjadi catatan bagi Museum Holokus untuk mengambil tindakan.

“Tindakan zalim pihak tentera khususnya sejak beberapa bulan kebelakangan ini menuntut anda melakukan sesuatu yang boleh membantu tetapi anda memilih untuk berdiam diri,” kata surat itu lagi.

Sebelumnya di internet tahun lalu juga marak desakan pencabutan nobel bagi Suu Kyi. Namun kala itu, Komite Nobel mengatakan bahwa mereka tidak akan membatalkan penghargaan tersebut, dengan mengatakan bahwa hanya pekerjaan yang membuat hadiah itu diperhitungkan. (***)

Editor :