Minggu | 24 Januari 2021 |
×

Pencarian

PERISTIWA

Ada Gentong, Kain Kafan dan Ulekan Media Pengandaan Uang Ala Dimas Kanjeng di Ponorogo

MEDIAKEPRI.CO.ID, Surabaya – Penipuan dengan modus penggandaan uang masih saja terjadi. Kali ini di Ponorogo, Jawa Timur. Polisi menyebut kasusnya mirip Dimas Kanjeng. Ada mahar, ritual, dan uang gaib.

Adalah Siswoyo (40), pelaku penggandaan uang di Ponorogo. Warga Jalan Letjen Suprapto Kelurahan Kenitan, Kecamatan Ponorogo, Ponorogo itu diamankan polisi dengan sangkaan menipu Sabil (56), warga Desa Kepuhburuh, Kecamatan Siman, Ponorogo.

Loading...

“Ini seperti kasusnya Dimas Kanjeng. Katanya bisa menggandakan uang,” kata Kapolsek Siman, AKP Dwi Agus Cahyono, Rabu 14 Maret 2018.

Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang disebut AKP Dwi Agus Cahyono sempat membuat heboh pada pertengahan 2017 karena seolah-olah mampu mengeluarkan uang dari jubahnya. Pria asal Probolinggo itu memiliki padepokan dan banyak pengikut. Ia divonis 18 tahun penjara atas kasus pembunuhan 2 pengikutnya dan vonis 2 tahun terkait penipuan dengan korban Prayitno Suprihadi asal Jember.

Siswoyo dan Dimas Kanjeng sama-sama mengklaim mampu mengambil uang gaib.

Syaratnya ada uang mahar untuk penggandaan. Bedanya Siswoyo menggunakan medium gentong, kain mori, dan ulekan, sedangkan Dimas Kanjeng tidak. Uang mahar korban Siswoyo juga tak sebanyak yang disetorkan pengikut Dimas Kanjeng.

Loading...

“Tersangka mengaku memiliki ilmu gaib,” tutur Dwi Cahyadi.

Kasus di Ponorogo ini bermula saat tersangka datang ke rumah korban untuk minta restu akan berangkat ke Korea sebagai TKI. Obrolan berlanjut soal uang. Tersangka menyatakan bisa menggandakan uang. Korban mengaku digendam sehingga tidak sadar menuruti kemauan tersangka.

Awalnya uang mahar Rp 3 juta ditaruh di gentong. Kemudian berlanjut sampai 17 bulan. Total lebih dari Rp 12 juta. Sampai-sampai korban menggadaikan BPKB motor anaknya. Tersangka minta korban salat, berpuasa, dan baca mantera agar uang gaib bisa diambil.

“Katanya sebagai uang mahar, dimasukkan ke amplop putih terus ditaruh di bawah bantal. Beberapa menit kemudian berganti kertas putih, uangnya hilang. Katanya diambil makhluk ghaib,” tutur Sabil

“Katanya kalau uang dibungkus kain mori dan ditaruh di gentong bisa bertambah dengan cara pinggir gentong dipukul ulekan,” tambah Sabil.

Gentong tak boleh dibuka tanpa seizin pelaku. Waktu terus berlalu, anak korban curiga dengan aksi itu. Dia membuka gentong uang mahar, Selasa 13 Maret 2018. Ternyata isinya uang mainan. Tahu aksinya diketahui, tersangka kabur dan akhirnya tertangkap. Kejadian itu dilaporkan ke polisi.

Siswoyo diamankan. Dia dijerat pasal 378 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara. Barang bukti berupa dua buah gentong, satu ulekan, uang mainan, satu lembar kain batik dan satu gamis pria, disita.

Belum diketahui adakah korban lain dari aksi Siswoyo. Yang jelas, kasus seperti ini sudah berulang kali terjadi. Modusnya mirip, ada uang mahar dan ritual. Alih-alih mengeluarkan uang gaib, pelaku justru berurusan dengan kepolisian dengan sangkaan penipuan. (***)

sumber: detik.com

Loading...
Loading...