Rabu | 20 Januari 2021 |
×

Pencarian

INTERNASIONAL

Aung San Suu Kyi Disambut Pasukan Militer Kehormatan di Australia, Kedatangnnya Diterpa Isu HAM Rohingya

MEDIAKEPRI.CO.ID, Canberra – Aung San Suu Kyi, Pemimpin Myanmar tiba di Canberra sejak, Jumat, 16 Maret 2018.

Kedatangan orang nomor satu Myanmar ini disambut oleh pasukan militer kehormatan dan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull. Kehadiri Aung San Suu Kyi ini untuk menghadiri konferensi tingkat tinggi khusus ASEAN di Sydney.

Loading...

Dilaporkan Reuters, kehadirannya dalam acara tersebut memicu protes jalanan dan gugatan hukum dengan tudingan kejahatan kemanusiaan.

Jaksa Agung Australia menyatakan tidak akan menerima gugatan yang diajukan pengacara aktivis di Melbourne atas nama masyarakat Rohingya. Alasannya adalah karena Suu Kyi mempunyai kekebalan diplomatik.

Sejak berkuasa pada 2016 lalu, Suu Kyi yang diganjar Nobel Perdamaian karena perjuangannya menjunjung demokrasi di Myanmar kini justru dikritik karena tidak mengecam dan tidak menghentikan serangan militer terhadap masyarakat Rohingya, etnis minoritas Muslim di negara berpenduduk mayoritas Buddha tersebut.

Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebut sekitar 700 ribu Muslim Rohingya melarikan diri dari Myanmar ke Bangladesh, setelah serangan kelompok bersenjata memicu tindakan keras aparat di Rakhine. PBB dan Amerika Serikat menyebut Operasi militer itu merupakan bentuk pembersihan etnis.

Loading...

Penyidik HAM independen PBB di Myanmar, Yanghee Lee, mengatakan dirinya menyaksikan semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa telah terjadi genosida di negara tersebut.

Myanmar menampik tudingan itu dan meminta ditunjukkan “bukti jelas” penganiayaan oleh pasukan keamanan.

Baik Suu Kyi maupun Turnbull sama-sama tidak menyampaikan pernyataan publik sebelum bertemu. Namun, pemimpin Australia pada Minggu menyatakan Suu Kyi berbicara “cukup panjang lebar” di tengah konferensi ASEAN soal Rakhine, meminta negara-negara tetangganya memberikan bantuan kemanusiaan. (kmg)

Loading...
Loading...