Sabtu | 23 Januari 2021 |
×

Pencarian

PENDIDIKAN KESEHATAN

Benarkah Makanan Vegetarian Cepat Saji Sehat dan Bebas Lemak?

MEDIAKEPRI.CO.ID – Dewasa ini banyak cara untuk memudahkan para pelaku diet vegan dan vegetarian untuk dapat menikmati makanan sama seperti mereka yang tidak melakukannya. Termasuk dalam menikmati makanan cepat saji.

Gerai-gerai makanan cepat saji kini menyediakan versi vegetarian dari makanan umum seperti burger, sandwich, atau pizza. Bahkan kadang makanan tersebut jika dilihat tak ada bedanya dengan yang menggunakan daging asli.

Loading...

Meskipun bisa jadi makanan vegetarian tersebut mengandung lebih banyak serat dan vitamin yang berasal dari sayuran, tapi mereka juga punya banyak kalori dan lemak sebagai bagiannya, seperti dikutip dari DailyMail.

Seperti misalnya Shroom Burger dari gerai Shake Shack di Amerika mengandung 490 kalori dibandingkan burger biasa, yang hanya mengandung 385 kalori dan cheeseburger yang hanya mengandung 460 kalori.

Shroom burger adalah sebuah pilihan burger vegetarian yang dijual di Shake Shack yang mengganti patty dagingnya dengan jamur portobello diisi keju yang digoreng tepung.

“Saat kamu memikirkan diet vegetarian, pikiranmu langsung mengarah ke buah dan sayur,” kata Paul Salter, ahli gizi terdaftar di Amerika. “Tapi restoran cepat saji tak punya biaya, tempat atau kapasitas untuk menyimpan produk segar.”

Loading...

Sebagai hasilnya, banyak makanan yang berbahan dasar sayuran di restoran cepat saji dipenuhi dengan banyaknya pengawet dan zat aditif sebagai penambah rasa dan untuk mengganti ‘hilang’nya daging.

“Tahu adalah pilihan sehat,” lanjutnya. “Itu sumber protein yang bagus, tapi ketika kamu tambahkan keju ke dalamnya untuk memberikan rasa.. kalorinya bertambah.”

Contoh lainnya lagi, veggie burrito bowl dari gerai Chipotle berisi nasi cokelat, kacang hitam, sayuran fajita dan selada romaine mengandung hanya 370 kalori, 65 gram karbohidrat dan 555 mg sodium.

Ketika ditambahkan guacamole (saus yang terbuat dari alpukat dan bawang, biasa dipakai untuk saus kudapan khas Mexico), angkanya bertambah menjadi 600 kalori. Yang membuatnya justru dua kali lipat dari jumlah sepotong burger dari Shake Shack.

Dr David Friedman, ahli gizi klinis dan penulis buku Food Sanity: How to Eat in a World of Fads and Fiction menyarankan bagi orang-orang yang ingin mengonsumsi makanan vegetarian cepat saji untuk mencari tahu lebih banyak apa saja yang terkandung di dalam makanan tersebut.

Ia mengungkapkan jangan karena sebuah makanan berlabel vegetarian dan bebas-lemak maka kita harus langsung percaya bahwa makanan tersebut sehat. Karena bisa jadi dalam prosesnya makanan tersebut mengandung hal-hal lainnya.

“Ini seperti menulis ‘bebas-lemak’ pada makanan-makanan yang justru membuat orang gemuk.”

“Seperti es krim dan kukis cokelat bebas-lemak bisa saja tak mengandung lemak, tapi mereka juga mengandung gula yang pada akhirnya membuat orang gemuk,” tandasnya. (***)

sumber: detik.com

Loading...
Loading...