Senin | 23 September 2019 |
×

Pencarian

NEWS

Cagub Tersandung Kasus “Ijazah Palsu” Ini Penjelasan Polri

Jumat | 16 Maret 2018 | 12:28

Karena kasusnya terkait dengan pemilu maka tetap diproses selama 14 hari

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Kapolri Jenderal Polisi Muhammad Tito menyatakan akan menunda kasus calon kepala daerah yang mengikuti Pilkada serentak selama proses pilkada berlangsung.

Namun, Polda Sumatera Utara menetapkan calon gubernur Sumatera Utara JR Saragih sebagai tersangka kasus pemalsuan ijazah.

Terkait hal ini, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto menyatakan, kasus diproses lantaran pidana yang dilakukan berkaitan dengan Pemilu. Setyo menjelaskan, pada Kamis 15 Maret 2018 Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Sumut telah melakukan gelar perkara.

Dari hasil tersebut ditemukan bukti bahwa penggunaan ijazah palsu oleh JR Saragih. Gakkumdu merupakan penegak hukum gabungan Polri Kejaksaan dan Bawaslu khusus untuk urusan pemilu.

Sehingga dari unsur Polri, yakni Direktorat Kriminal Umum memutuskan untuk memproses kasus tersebut. “Karena mengingat ini terkait dengan UU Pemilu diberikan waktu 14 hari. Oleh sebab itu harus cepat ditangani,” ujar Setyo di Jakarta Selatan, Jumat 16 Maret 2018

Hal ini berbeda dengan pernyataan Kapolri. Menurut Setyo, benar bahwa Polri menunda kasus calon kepala daerah. Namun, karena kasus ini berkaitan dengan pemilu dan terbukti oleh Gakkumdu, maka kasus ini tetap diproses dengan jangka waktu 14 hari.

Penundaan, kata Setyo, tidak berlaku untuk kasus berkaitan dengan Pemilu dan operasi tangkap tangan (OTT).

“Ini tindak pidana pemilu. Kalau tindak pidana lain yang tidak berkaitan dengan pemilu kita tunda ya. Misalnya dilaporkan calon melakukan penipuan penggelepan atau perbuatan tidak menyenangkan kita tunda nanti setelah pelantikan baru kita proses,” ucap Setyo.

Lebih lanjut, Setyo menjelaskan, JR Saragih diduga menggunakan data yang dipalsukan untuk mendaftar sebagai calon kepala daerah bersama calon wakilnya, Ance Selian. Saragih merupakan calon gubernur dari Partai Demokrat. Ia sempat tidak diloloskan oleh KPUD Sumut, setelah melakukan banding, ia hampir lolos. Namun, karena kasus ini, Saragih pun batal lolos sebagai calon Gubernur. (***)

sumber: republika.co.id

Editor :