Minggu | 06 Desember 2020 |
×

Pencarian

BATAM

Dikira Minggat dari Rumah, Ternyata Halimah Ada di Batam, Diduga Menjadi Korban Trafficking

Diduga Jadi Korban Trafficking

MEDIAKEPRI.CO.ID, Langsa – Menghilang dari rumah sejak 10 Maret lalu, Halimahtun Sakdiah (19), warga Dusun Karya Tani, Gampong Seuneubok Antara, Kecamatan Langsa Timur, tiba-tiba dikabarkan telah berada di Batam. Ia dibawa ke Batam oleh Yuliawati alias Suliawati, warga Gampong Jawa, Kecamatan Langsa Kota.

Loading...

Halimah hendak pulang ke Langsa, tapi diduga ada pihak yang menahannya di Batam.

“Halimah yang kini berada di Batam diduga menjadi korban trafficking (perdagangan manusia). Kita akan memberikan bantuan kepada keluarganya, untuk memulangkan korban,” kata Syahrizal, Ketua LSM Mitra Bersama, kepada Serambi, di Langsa, Rabu 21 Maret 2018.

Syahrizal menjelaskan, sesuai laporan yang diterima LSM Mitra Bersama yang bergerak di bidang pencegahan TKI ilegal dan traficking , langsung dari ibu korban Salami bahwa anaknya bernama Halimahtun Sakdiah (19) hilang tanpa didahului masalah atau sebab apa pun dengan pihak keluarganya.

Halimah saat meninggalkan Langsa beberapa minggu lalu berstatus tamatan SD, tinggi badannya sekitar 157 cm, bertubuh kurus sedang, kulit sawo matang, dan ke luar dari rumah orang tuanya pada 10 Maret 2018 (foto terlampir).

Loading...

Berdasarkan hasil interview LSM Mitra Bersama dengan ibu korban, anaknya itu tidak ada bentrok atau permasalahan dengan keluarga maupun dengan tetangga di sekitaran tempat tinggal mereka. Tiba-tiba saja Halimah menghilang tanpa sebab yang jelas.

“Ibu korban berharap anaknya itu segera pulang ke rumah dengan sehat dan selamat, karna ibu korban sejak awal tidak memberi izin anaknya itu dibawa bekerja jauh darinya,” sebut Syahrizal.

Dia tambahkan, pada Jumat 16 Maret 2018 lalu, ibu Halimah coba menghubungi handphone anaknya itu. Setelah berapa hari tidak aktif, hp Halimah pun aktif kembali. Saat itu ibunya menanyakan kepada Halimah di mana ia berada dan kenapa minggat dari rumah tanpa pesan dan kabar apa pun.

“Halimah kemudian menjawab bahwa dia sedang berada di Batam. Lalu Salami menanyakan lagi, dengan siapa ia pergi ke Batam. Korban menjawab bahwa dia dikenalkan oleh Kak Cut yang juga warga Langsa, dengan Yuliawati, warga Gampong Jawa. Lalu Yuliawati mengatakan ada kerja di Batam, lalu korban diboyong ke Batam tanpa pemberitahuan kepada orang tuanya,” beber Syahrizal.

“Halimah meminta pulang kepada Yuliawati. Namun, Yuliawati beralasan bahwa tidak ada mobil yang mengantarnya ke Langsa. Korban meminta kepada keluarganya agar dijemput, karena korban tak tahu cara dan jalan pulang,” sebutnya.

Atas laporan ibu korban itu, timpal Syahrizal, LSM Mitra Bersama akan mendampingi ibu Salami untuk lebih dulu membuat laporan ke kepolisian setepat dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar Halimah bisa dipulangkan secepatnya dengan selamat ke Langsa.

“Terkait kasus Halimah ini kita juga berharap bantuan Pemko Langsa maupun pihak(Polres Langsa, untuk mencari korban dan memfasilitasi pemulangannya ke kampung halamannya,” demikian Syahrizal. (***)

sumber: tribunnews.com

Loading...
Loading...