Rabu | 27 Januari 2021 |
×

Pencarian

PERISTIWA

Gelar Sidang Kasus Narkoba, Hakim Tertawa Lebar saat Mendengar Jawaban Terdakwa

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bangka – Pengadilan Negeri Pangkalpinang kembali menggelar Sidang kasus narkoba, Selasa, 26 februari 2018, saat dipersidangan hakim anggota(Hotma E.P Sipahutar) sempat tertawa lebar saat mendengarkan jawaban dari terdakwa yang menyatakan bahwa dia masih awam jadi hukum diringankan sedangkan bandar besar boleh dihukum mati.

“Dalam Tindak pidana narkoba, baik pemakai, penjual maupun perantara akan tetap di usut sesuai hukum yang berlaku, tidak ada perbedaan kasta,” ujar Hotma didalam persidangan dengan tegas.

Loading...

Sementara itu, fitri sempat diamankan oleh pihak kepolisian saat bertransaksi narkoba di kuburan cina.

Sidang yang beragendakan pemeriksasan saksi tersebut, dipimpin oleh ketua majelis hakim Iwan Gunawan serta didampingi oleh hakim anggota Corry Oktarina, Hotma Sipahutar serta JPU (Hidajaty).

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam sesuai Pasal 114 ayat (1) UU No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal 112 ayat (1) UU No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Senada dengan itu, Herman selaku saksi dan anggota kepolisian itu menyebutkan bahwa dia menyamar untuk membeli narkotika jenis sabu kepada fitri.

Loading...

“Kita bertemu dijalan pasir padi, lalu menuju perkuburan cina. Terdakwa sempat menurunkan saya disebuah warung bakso dijalan padang baru lalu kembali menjemput,” ujar herman saat persidangan di PN pangkalpinang.

Herman juga menambahkan, ia membonceng terdakwa kembali mengendarai sepedamotor milik nya menuju ke daerah Pantai Pasir Padi.

“Terdakwa juga mengatakan bahwa barang (paket narkotika jenis sabu) sudah ada didalam kotak (dash board) motor,” tambah Herman.

Di sisi lain, anggota kepolisian yang lain telah membuntuti fitri hingga menangkap lalu menggeledah di jalan pasir padi. (***)

sumber: tribunnews.com

Loading...
Loading...