Senin | 25 Januari 2021 |
×

Pencarian

PERISTIWA

‘Istri Tahunya Saya Sopir’, Pengakuan Bajing Loncat yang Ingin Belikan Emas Buat Keluarga

MEDIAKEPRI.CO.ID, Probolinggo – Berbagai macam latar belakang orang melakukan tindak kejahatan. Salah satu yang menjadi niat adalah faktor ekonomi.

Begitulah juga yang dialami komplotan bajing loncat perampok truk di jalur Pantura daerah Paiton Kabupaten Probolinggo. Mereka akhirnya harus mendekam di kamar tahanan Polres Probolinggo mempertanggungjawabkan perbuatan jahatnya.

Loading...

Dari keterangan pelaku, aksi perampokan dengan kekerasan yang dilakukan lima orang: Yudho Poerboyo alias Jomo (40); Nihap alias Heri (73); Edi (38); Saiful Rizal (23) dan Baidowi yang masih buron ini didasari oleh alasan ekonomi.

“Saya nekat melakukan hal ini karena saya ingin membelikan emas istri saya untuk digunakan saat lebaran nanti,” kata Yudho Poerboyo alias Jomo (40) warga Desa Kedungdalem Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo kepada sejumlah wartawan saat berada di Mapolres Probolinggo.

Jomo menambahkan, awalnya ia diajak pelaku atas nama Edi (38) dan Baidowi yang masih buron.

“Jadi bersama Nihap alias Heri diajak melakukan perampokan sebuah truk bermuatan bawang putih di Paiton,” ungkapnya.

Loading...

Hasilnya kemudian dibagi berlima dan Jomo mendapatkan bagian sebesar Rp 7.500.000.

“Istri tidak mengetahui kalau saya bekerja seperti ini. Tahunya istri saya bekerja sebagai seorang sopir,” ujarnya.

Namun diakui Jomo, pembagian hasil perampokan itu tidak sama besar sebab bergantung dari peran yang dilakukan. “Nihap mendapatkan yang sekitar Rp 10 jutaan,” imbuhnya.

Siapa sangka niatan untuk pehiasan emas istrinya pun pupus karena para pelaku harus berurusan dengan Polres Probolinggo untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Pelaku sudah kami tahan dan diperiksa untuk dimintai keterangan penyidikan terkait kasus ini,” kata Kapolres Probolinggo AKBP Fadly Samad, Jumat, 23 Maret 2018.

sumber: detik.com

Loading...
Loading...