Jumat | 04 Desember 2020 |
×

Pencarian

PENDIDIKAN KESEHATAN

Kasihan, Dokter Mengatakan Pendengaran Remaja Cerdas Ini Tak Bisa Diobati

MEDIAKEPRI.CO.ID, Pacitan – Upaya ditempuh guna menyembuhkan Nurul Maghfiroh (18), remaja penderita tuna rungu di Pacitan. Tak hanya keluarga, langkah pemeriksaan juga dilakukan petugas kesehatan. Bahkan untuk memastikan penanganan indra pendengaran Nurul, pihak puskesmas sudah merujuknya ke rumah sakit.

“Setelah mendengar informasi soal Nurul kami langsung jemput bola. Kami mengedukasi Nurul dan keluarga agar bersedia berobat ke dokter THT (telinga, hidung, tenggorokan) karena sudah punya KIS (Kartu Indonesia Sehat),” ujar Kepala Puskesmas Bubakan dr Rini Endrawati berbincang dengan detikcom, Jumat 2 maret 2018.

Loading...

Tak cukup di situ, pihak puskesmas juga membantu keberangkatan Nurul dan keluarga ke RS dr Darsono. Di fasilitas kesehatan milih Pemkab Pacitan tersebut Nurul langsung ditangani dokter spesialis THT. Hanya saja, lanjut Rini, upaya medis tak banyak menolong. Ini karena organ dengar Nurul sudah tidak berfungsi.

“Dokter THT memang menegaskan bahwa kondisi Nurul ini dalam tanda kutip tampaknya sudah tidak bisa tertolong lagi meski dengan alat bantu sekalipun,” papar Rini terkait hasil pemeriksaan.

Kendati peluang memulihkan pendengaran Nurul melalui langkah medis relatif kecil, namun Rini berharap putri pasangan Puji Sih Pramono dan Ginem tidak kehilangan kesempatan berkarya. Terlebih, Nurul memiliki keterampilan menjahit. Oleh karenanya, Rini sedang menggagas kerjasama lintas sektoral di tingkat kecamatan untuk menyusun program pemberdayaan bagi kelompok penyandang disabilitas seperti Nurul.

“Dari aspek kesehatan itu yang bisa kami lakukan. Bagaimana mengakomodir kebutuhan akan kesehatannya Nurul, untuk puskesmas kita bisa memfasilitasi,” kata perempuan peraih penghargaan tenaga kesehatan teladan tingkat nasional tersebut. (***)

Loading...

sumber: detik.com

Loading...
Loading...