Jumat | 04 Desember 2020 |
×

Pencarian

INTERNASIONAL

Kejam TKI Disiksa Sampai Luka Permanen, tapi Majikan di Vonis Ringan, Eh Malah Menghilang

MEDIAKEPRI.CO.ID, Petaling Jaya – Majikan dari warga negara Indonesia (WNI) Suyanti, menghilang setelah dinyatakan bersalah melakukan penyiksaan. Pemerintah Malaysia mengeluarkan larangan bepergian ke luar negeri bagi Datin Rozita Mohamad Ali.

Sejak selasa Datin Rozita Mohamad Ali tidak dapat ditemui. Saat itu pihak berwenang Malaysia hendak menjemputnya, tapi Rozita bersama penjaminnya tidak terlihat.

Loading...

Pencekalan yang dilakukan diumumkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi Malaysia Datuk Seri Mustafar Ali. Menurutnya, pihak imigrasi sudah menerima perintah pengadilan untuk menyertakan nama Rozita di daftar cekal.

“Kami memeriksa apakah dia berupaya untuk meninggalkan negara ini,” ujar Mustafar, seperti dikutip The Star, Kamis 22 Maret 2018.

Munculnya surat cekal ini dipicu laporan jaksa penuntut Muhammad Iskandar bahwa mereka tiba di rumah Rozita di Mutiara Damansara, Petaling Jaya namun tidak menemukan Rozita. Kemudian pencarian juga dilakukan di rumahnya di Melaka serta penjamin Rozita, hasil nihil juga didapatkan.

Upaya untuk memberikan surat pemberitahuan kepada Rozita pun akhirnya gagal, setelah hingga Selasa 20 Maret tengah malam tidak bisa ditemukan keberadaan Rozita.

Loading...

Pada Kamis 15 Maret 2018, Mahkamah Petaling Jaya menjatuhkan vonis ringan terhadap Rozita Mohamad Ali, yang terbukti melakukan penganiayaan keji terhadap Suyanti, seorang TKI asal Sumatera Utara. Suyantik disiksa hingga mengalami luka-luka permanen.

Disebutkan bahwa Datin Rozita Mohamad Ali hanya divonis denda 20 ribu Ringgit Malaysia atau setara Rp70,3 juta. Datin Rozita juga hanya perlu menunjukkan perilaku baik selama lima tahun tanpa harus menjalani hukuman penjara.

Vonis ringan ini tentu saja melukai rasa keadilan terhadap korban. Suyantik ditemukan dalam keadaan mengenaskan di selokan rumah majikan dengan luka-luka legam di sekujur tubuhnya.

Rozita menggunakan berbagai benda seperti pisau, tongkat pel dari besi hingga payung. Penyiksaan terhadap Suyanti itu terjadi di rumah Rozita di Mutiara Damansara pada 21 Juni 2016.

Suyanti menderita berbagai luka termasuk di bagian mata, kedua kaki, tangan bahkan organ dalamnya. Suyanti juga menderita patah tulang bahu serta cedera bagian paru. Pembekuan darah di dekat otak dan retak di dagu turut terdiagnosa di tubuh Suyanti.

Pada awalnya Rozita didakwa dengan percobaan pembunuhan. Namun dakwaan itu diubah berdasarkan pasal 326 undang-undang Malaysia atas tuduhan menyebabkan cedera dengan menggunakan senjata atau benda berbahaya.

Kasus ini mendapat perhatian besar dari media internasional. Jaksa Penuntut Umum VV Suloshani menyebutkan kasus ini juga mempengaruhi hubungan antara Indonesia dan Malaysia. (***)

sumber: metrotvnews.com

Loading...
Loading...