Senin | 14 Oktober 2019 |
×

Pencarian

NEWS

Keluarga Sudah Ikhlas, Istri Minta Suaminya Dibebaskan Walau Sudah Membunuh Anak Kandungnya, Ini Kata Polisi

Kamis | 08 Maret 2018 | 14:28

MEDIAKEPRI.CO.ID, Magetan – Polisi sudah menetapkan Ahmad Kohir (45) sebagai tersangka pembunuh Mohamad Aziz (17), anak kandungnya sendiri. Polisi tetap memproses sesuai prosedur meski Kamirah (45). istri Kohir, meminta suaminya dibebaskan.

“Meski keluarga telah ikhlas atas meninggalnya korban, kami tetap memproses sesuai prosedur.

Saya rasa itu dilihat dulu, apa maksudnya dan sebagainya, bukan kami nenolak, tetapi ini murni untuk penegakan hukum,” ujar Kapolres Magetan AKBP Muslimin saat di hubungi detikcom Kamis 8 Maret 2018.

BACA: Ancam Bunuh Ibu dan 2 Adiknya, Bapak Ini Kesal dan Ayunkan Martil ke Kepala Anaknya Sampai Tewas

Kasus yang menjerat warga Dusun Balibatur, Desa Temboro, Kecamatan Karas tersebut kata Kapolres Magetan, tidak akan melibatkan dokter kejiwaan. Tersangka dalam kondisi sehat dan sadar saat nekat memukul kepala anak kandungnya dengan palu.

Muslimin mengaku pihaknya akan berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum atas permintaan istri korban.

“Kami juga koordinasi ke JPU mengenai apakah hal demikian diakomodir atau tidak soal permintaan istri. Inikan masih pemeriksaan awal. Minggu depan kami gelar rekonstruksi untuk lebih detailnya,” tandas Muslimin.

Diketahui pelaku dijerat dua pasal yakni pasal 80 Undang-undang perlindungan anak dan pasal 44 Undang-undang RI tahun 2004 mengenai penghapusan KDRT. Pelaku terancam 20 tahun penjara atau seumur hidup.

Ahmad Kohir membunuh anaknya sendiri Mohamad Aziz pada Senin 5 Maret 2018 pukul 08.30 WIB. Korban meninggal akibat dipukul dengan palu. Setelah membunuh anaknya, Kohir segera menyerahkan diri ke kantor desa.

Saat kejadian, Kamirah (45) istri pelaku memang tidak berada di rumah. Kamirah mengungsi sejak Rabu 28 Februari 2018 ke rumah kakaknya bernama Sutijah bersama kedua anaknya Muhamad Hasan (10) dan Dewi Nurhayati (7). Mereka mengungsi lantaran ketakutan akibat korban yang sering mengamuk jika tak diberi uang.

Kamirah sendiri berharap kepada polisi untuk tidak memperpanjang masalah. Dia sudah ikhlas atas kematian anaknya. Kamirah meminta itu karena suaminya masih memiliki tanggungan memberi nafkah dirinya dan kedua anaknya. (***)

sumber: detik.com

Editor :