Rabu | 23 Oktober 2019 |
×

Pencarian

NEWS

Kisah Dibalik Jembatan Aborsi, Winarti: “Baca Bismillahirohim Ya”

Jumat | 30 Maret 2018 | 13:08

MEDIAKEPRI.CO.ID, Depok – Winarti bersiap melewati sebuah jembatan yang terkenal di kalangan mahasiswa dan warga sekitar Universtias Indonesia dengan mengucap bismilah.

Jembatan aborsi, begitulah julukan yang diberikan mahasiswa dan warga sekitar kawasan Universitas Indonesia.

“Bismillahirohim, kalau naik tangga ini bismillah dulu saya,” ujar Winarti sambil menaiki tangga jembatan aborsi di Stasiun Pondok Cina, Depok, Jumat, 30 Maret 2018

Entah dari mana dan mengapa jembatan penyeberangan orang (JPO) tersebut diberi nama ‘Jembatan Aborsi’.

Namun menurut satu di antara mahasiswa UI, Rohman julukan tersebut muncul karena celotehan beberapa ibu hamil yang melewati jembatan tersebut.

“Tidak tahu persis kenapa namanya itu. Tapi katanya ibu-ibu hamil sering mengumpat ‘bisa bikin gugur kandungan ini’ pas lewatin jembatan,” ujar Rohman sambil tertawa menceritakan jembatan aborsi yang ia tahu.

Amatan TribunJakarta.com yang menjajal jembatan aborsi, ada sebanyak 48 anak tangga yang harus dinaiki untuk bisa sampai ke atas dan turun.

Ketinggian masing-masing anak tangga terpantau tak sampai satu jengkal telapak tangan orang dewasa, dan lebarnya cukup besar.

Meski demikian, ternyata itu cukup menyita fisik untuk melewati jembatan aborsi tersebut.

Meski dianggap melelahkan, warga sekitar sangat bergantung dengan jembatan aborsi untuk menyeberang, karena area di sekitar rel sudah dipasangi pagar.

“Capek sih mas lewat sini (jembatan aborsi). Tapi jalan satu satunya ini, pinggir rel udah dipagar,” ujar Fauzi Siddiq, warga sekitar kawasan UI.

Bagi Anda yang ingin menjajal jembatan aborsi dapat mengguanakan KRL Commuter Line lalu turun di Stasiun Universitas Indonesia.

Letaknya hanya sekira 50 meter dari gerbang keluar Stasiun Universitas Indonesia. (***)

sumber: tribunnews.com

Editor :