Kamis | 21 Januari 2021 |
×

Pencarian

BATAM

Kombes Hengki: Dadu, Judi yang Paling Meresahkan Masyarakat di Batam

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Kapolresta Barelang Komisaris Besar Polisi Hengki mengatakan perjudian yang paling meresahkan masyarakat adalah judi dadu.

“Judi dadu ini yang paling meresahkan masyarakat,” kata Hengki saat merilis pengungkapan perjudian di sejumlah titik di Batam, Rabu, 28 Maret 2018.

Loading...

Terkait dengan perjudian ini, Hengki mengatakan tidak segan-segan melakukan tindakan karena memang menjadi biang masalah di masyarakat.

“Pihak kepolisian akan melakukan tindakan tegas terhadap siapapun yang menghalangi penegakan hukum,” tegasnya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat, untuk melaporkan jika mengetahui ada oknum-oknum yang bermain di belakang praktek judi ini.

“Siapa bilang ada yang beking judi di Betam, kalau ada beking tentu mereka sudah dibantu, sekarang mana ada, itu cuma alibi agar mereka tidak kita tindak,” kata Hengki, menepis anggapan kalau praktik perjudian selama ini dibeking oleh oknum aparat

Loading...

Sementara itu, Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polresta Barelang, bersama Polsek Batam Kota berhasil mengamankan 14 pelaku judi siji (hongkong), dadu, dan togel yang meresahkan masyarakat.

“Empat tersangka pertama pelaku judi siji (hongkong) diamankan di wilayah hukum polsek Batu Aji. Pelaku diamankan dengan barang bukti uang Rp400 ribu dan lima buah handphone,” ujar orang nomor satu di jajaran Polresta Barelang ini didampingi Kapolsek Batam Kota, Kompol Firdaus dan Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Arwin AW serta Kanit Binmas Polsek Batam Kota Iptu Hanief.

Dalam penggerebekan yang dilakukan Jumat, 23 Maret 2018 ini, menurut Hengky dua tersangka lain masih menjadi DPO.

Selanjutnya pada Minggu, 25 Maret 2018 Satreskrim Polresta Barelang kembali mengamankan enam tersangka judi dadu di lapangan ruko (rumah toko) Pasar Melayu, Kecamatan Batu Aji, Batam.

“Empat diantaranya adalah pemain dan dua lainnya merupakan bandar dan asistenya,” lanjut perwira menangah melati tiga tersebut.

Adapun barang bukti hasil tangkapan ini uang pecahan dengan berbagai nominal sebanyak Rp846 ribu, lapak dadu, sembilan mata dadu, dan piring untuk menggoncang dadu tersebut.

“Judi dadu ini yang paling meresahkan masyarakat,” kata Hengki.

Tangkapan terakhir berada di kawasan polsek Batam Kota, dimana diamankan empat pelaku judi togel online pada selasa, 27 Maret 2018 sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, di Batam Centre, Batam.

“Diamankan barang bukti tiga buah handphone berbagai merk, buku catatan nomor togel, struk bukti pembayaran atau penyetoran kepada bandar, dan kartu anjungan tunai mandiri (ATM),” rinci Hengky.

Atas perbuatannya ke-14 pelaku dijerat dengan pasal 303 juncto pasal 303 bis KUH Pidana dengan ancaman hukuman paling cepat empat tahun penjara, dan paling lama kurungan 10 tahun penjara. (kmg)

sumber: batampro.id

Loading...
Loading...