Kamis | 03 Desember 2020 |
×

Pencarian

INTERNASIONAL

Kronologi Penganiayaan Model Dylan Sada Asal Indonesia Oleh Kekasihnya

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Dylan Sada seorang Model yang juga fotografer asal Indonesia dihajar babak belur oleh sang kekasih.

Dilansir TribunJakarta.com dari akun Instagram pribadinya @dylan_sada, ia menggungah video dan foto mengenai kronologi tindak kekerasan yang dilakukan oleh kekasihnya, Senin 5 Maret 2018

Loading...

Dylan Sada kini tengah berkarir di industri model di Amerika Serikat.

Model berwajah unik ini menulis caption panjang di video dan foto yang ia unggah.

“The only reason why im posting this is because I dont want anyone to go through this, suffer what I suffered,” tulis Dylan.

Ia sengaja memosting kejadian kekerasan yang mengerikan itu agar perempuan-perempuan lain tidak bernasib sama seperti dirinya.

Loading...

“When the first physical abused happened I told him I want to leave him but i was verbally abused, i was scared,” tambah Dylan.

Dylan Sada mengaku dirinya mendapatkan kekerasan verbal dan fisik hingga ingin meninggalkan pasangannya itu.

Namun, ia merasa takut hingga tidak berani menghubungi polisi lantaran ancaman dari pasangannya.

“I had to lie to modeling jobs offers that I had an accident, fell and hurt my face.

It happened again. i was pinned down, kneed and elbowed on the face so hard my tongue is cut. I was pulled by the hair so hard then slammed to the floor.

I have a huge bump on my head I got a CT scan,” tulis Dylan.

Ia mengatakan, wajahnya dipukuli, ditembaki, diikat dan disikut di wajah dengan keras sehingga lidahnya tergigit.

Ketika Dylan mencoba melarikan diri, rambutnya ditarik lalu badannya dibanting ke lantai.

Akibatnya, kepala Dylan mengalami benjolan yang besar.

“domestic abuse happens in real life, if you are going though even only verbally abused, please leave her or him. i was a fool who was in love who thought he can change.

Im hurt and deeply heartbroken but im done hiding this pain. seek help, free yourself if you can.

Verbal abuse to me is worst than physical abuse, scars and bruises go away but the pain inside last forever,” tutup Dylan.

Wanita bertato itu mengatakan pelecehan dalam rumah tangga terjadi dalam kehidupan nyata.

Ia berpesan jika ada yang mengalaminya meski hanya dianiaya secara verbal, silakan tinggalkan dia.

Dylan menambahkan dia adalah orang bodoh yang sedang jatuh cinta yang mengira kekasihnya bisa berubah.

Dylan juga berpesan bahwa ia benar-benar terluka dan sangat patah hati.

Pelecehan verbal yang ia alami lebih buruk dibanding pelecehan fisik, bekas luka dan memar hilang tapi rasa sakit di dalamnya berlangsung selamanya.

Unggahan Dylan Sada tersebut sontak membuat netizen bersimpati dan memberikan dukungan moral untuknya.

Sekedar informasi, dikutip dari tim Visionare, ternyata Aldila Wulandari adalah nama asli dari Dylan Sada.

Di video itu Dylan berbagi cerita dengan tim Visionare.

Dylan mengungkapkan bagaimana kehidupan dirinya saat pertama kali pindah ke New York.

Dalam video interview tersebut, dirinya mengatakan bahwa hal yang pertama dilakukan saat dirinya pindah ke New York adalah berpesta.

Saat berpesta Dylan menjalin networking bersama orang-orang baru yang ditemuinya saat pesta berlangsung.

Menurut Dylan, networking merupakan salah satu kunci penting untuk memperluas jaringan serta membuka jalan terhadap suatu hal baru yang menarik untuk dilakukan.

Dalam video wawancara tersebut, dirinya juga bercerita akan project pertama yang membawa dirinya ke dunia modeling.

Selain itu, ia juga bernostalgia dengan bercerita bagaimana dirinya mulai menggeluti dunia digital dan mengungkapkan objek favorit apa saja yang gemar ia posting dalam media sosial miliknya. (***)

sumber: tribunnews.com

Loading...
Loading...