Sabtu | 16 Januari 2021 |
×

Pencarian

PERISTIWA

Mbah Sukani, Kakek Lumpuh di Jepara Ini Butuh Bantuan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jepara – Seorang kakek berusia 80 tahun di Kabupaten Jepara menderita lumpuh sejak dua tahun terakhir. Hingga saat ini, ia menghabiskan waktu terbaring di atas kasur tanpa ranjang di kamarnya.

Mbah Sukani panggilan akrabnya itu hanya berselimut sarung warna hitam terbaring di atas kasur. Di sampingnya ada piring dan lauk yang tersisa. Saat detikcom mengunjungi rumahnya di Desa Teluk Wetan RT 14 RW 2 Kecamatan Welahan, Jepara, ia mengeluh atas kondisi yang dideritanya.

Loading...

“Ya, seperti ini kondisi saya. Tidak bisa kemana-mana, duduk saja tidak tahan lama. Hanya tiduran di kamar,” katanya dengan bahasa Jawa, Jumat 16 Maret 2018.

Ia menceritakan, sejak usia 60 tahun menderita rheumatik dan berjalan harus dibantu dengan tongkat. Namun, saat itu ia masih mampu bekerja sebagai buruh tani. Kadang juga bekerja menggali sumur.

Beberapa kali terjatuh, ia pun menderita lumpuh. Kaki kirinya terasa nyeri hingga tidak mampu menopang tubuhnya yang renta.

“Saya sering jatuh, terpeleset dan sampai sekarang akhirnya tidak bisa jalan,” lanjutnya.

Loading...

Selain itu, Mbah Sukani sering merasakan sakit sakit saat hendak buang air kecil. Namun ia tidak memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS). Untuk berobat, ia menggantungkan bantuan tetangga.

“Kadang ada tetangga yang menjenguk kasih uang. Saya kumpulkan, kalau sudah dapat Rp 100 ribu, baru saya gunakan berobat,” paparnya.

Ia sendiri hidup jauh dari kecukupan bersama anak dan menantu, serta empat cucunya. Rumahnya hanya memiliki dua kamar tidur. Satu kamar untuk Mbah Sukani dan satunya lagi untuk keluaga anaknya.

Sedangkan dapurnya, hanya berdinding bambu dan kayu. Perabotan terlihat tidak tertata rapi. Dan, mamasak juga masih menggunakan kayu.

“Kalau tidak ada uang, ya menunggu ada yang memberi, dan saya kumpulkan,” imbuhnya.

Supriyatmi (36), menantunya menuturkan, Mbah Sukani banyak menghabiskan waktu di atas kasur sejak dua tahun terakhir karena menderita lumpuh.

“Sakitnya lumpuh karena dulu sering jatuh saat rheumatik. Selain itu, kadang susah buang air kecil,” ujarnya.

Supriyatmi dan suaminya, Subhan hanyalah buruh membuat sikat kemuceng (sulak) tali rafia. Sehari, hanya mendapatkan upah Rp 20 ribu.

“Mbah tidak punya KIS. Jadi, kalau berobat pakai biaya sendiri. Biasanya saya periksakan ke dokter umum di desa,” jelasnya.

Ia sendiri mengaku upah yang didapatkan itu untuk mengurus Mbah Sukani dan keempat anaknya.

“Ya berat, tapi namanya anak harus merawat orang tua. Berusaha semampunya,” pungkas dia. (***)

sumber: detik.com

Loading...
Loading...