Jumat | 04 Desember 2020 |
×

Pencarian

INTERNASIONAL

Mei, Jamin Kesepakatan Hapus Senjata Nuklir di Semenanjung Korea Paska Pertemuan Donald Trump dan Kim Jong Un

MEDIAKEPRI.CO.ID, Washington – Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan bertemu pada Mei 2018 mendatang. Pertemuan Kim Jong Un dan Trump ini untuk menjamin kesepakatan bersama menghapus senjata nuklir dari Semenanjung Korea.

Demikian kata seorang pejabat senior Korea Selatan setelah pembicaraan di Gedung Putih.

Loading...

“Saya katakan kepada Presiden Trump dalam pertemuan kami dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, ia berkomitmen untuk denuklirisasi,” ujar kepala Kantor Keamanan Nasional Korea Selatan setelah kembali dari kunjungan terakhir ke Pyongyang.

“Kim berjanji bahwa Korea Utara akan menahan diri dari pengembangan lanjut nuklir atau uji rudal, ” katanya kepada wartawan, saat masuk Gedung Putih.

“President Trump menghargai hasil pertemuan, dan mengatakan ia akan bertemu Kim Jong Un Mei untuk mencapai keputusan permanen terkait denuklirisasi.”

Dia menambahkan, Korea Selatan, AS dan banyak mitra kami di seluruh dunia tetap sepenuhnya dan tegas berkomitmen untuk berlakukanya denuklirisasi di Semenanjung Korea.

Loading...

“Sejauh ini dengan Presiden Trump kami optimis tentang melanjutkan proses diplomatik untuk menguji kemungkinan resolusi damai.”

“Korea Selatan, AS dan banyak mitra kami berdiri bersama untuk tidak mengulangi kesalahan masa lalu, dan bahwa tekanan akan terus sampai Korea Utara konsekuen antara kata-katanya dengan tindakan konkret.”

Gedung Putih menegaskan bahwa Trump telah setuju untuk bertemu dengan Pemimpin Korea Utara guna mencari kesepakatan bersama terhadap denuklirisasi.

“Presiden Trump sangat menghargai kata-kata manis delegasi Korea Selatan dan Presiden bulan,” ujar Sekretaris pers Sarah Sanders, dalam sebuah pernyataan bersama delegasi Korea Selatan.

“Trump akan menerima undangan untuk bertemu dengan Kim Jong Un di tempat dan waktu yang harus ditentukan. Kami berharap untuk denuklirisasi Korea Utara. Sementara itu, Semua sanksi dan tekanan maksimum harus tetap berjalan.”

Trump pun menuliskan tweet setelah berbicara dengan Chung.

Dia menambahkan: “Kemajuan luar biasa yang dibuat tetapi sanksi akan tetap sampai tercapainya kesepakatan.”

Namun, seorang ahli percaya bahwa itu masih belum dapat dipastikan apakah pertemuan akan berlangsung.

“Saya berpikir AS akan menunggu untuk melihat bagaimana ternyata perundingan Utara-Selatan pada bulan April ini, sebelum membuat keputusan akhir tentang apakah akan memenuhi undangan pertemuan itu, dan aku melihat tiga skenario yang mungkin, ” kata Presiden dari Institut dunia pendidikan di Universitas Tokyo, Takashi Kawakami.

Skenario pertama adalah bahwa Korea Utara akan setuju untuk denuklirisasi. Kedua, Korea Utara akan setuju untuk membekukan nuklir dengan AS. Dan ketiga menarik diri dari kesepakatan dan kembali ke misil.(Channel News Asia)

sumber: tribunnews.com

Loading...
Loading...