Minggu | 24 Januari 2021 |
×

Pencarian

PERISTIWA

‘Nyanyian Beo’ Setnov Munculkan Nama Penerima Dana e-KTP di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Setya Novanto (setnov) yang duduk dikursi pesakitan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta terus bernyanyi.

Dalam persidangan Kamis, 22 Maret 2018, ia menyebutkan nama kader PDIP Puan Maharani dan Pranomo Anung turut menerima dana uang proyek pengadaan elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP).

Loading...

Kedua nama itu disebutnya sebagaimana disampaikan pengusaha Made Oka Masagung ketika berkunjung ke rumahnya di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

“Itu untuk Puan Maharani US$500 ribu dan Pramono Anung US$500 ribu,” kata Setya menirukan Made.

Sebelumnya, Setya juga menyebut beberapa nama penerima uang korupsi. Berikut nama-nama penerima proyek e-KTP menurut Setya Novanto:

Puan Maharani US$500 ribu
Pramono Anung US$500 ribu
Bekas Ketua Komisi II Chairuman Harahap sebesar U$500 ribu
Ganjar Pranowo US$500 ribu tapi baru diberi US$200 ribu
Melchias Markus Mekeng US$500 ribu
Tamsil Linrung US$500 ribu
Olly Dondokambey masing-masing sebesar U$ 500 ribu.

Loading...

Beberapa pihak yang disebut Setya Novanto membantah menerima uang itu. Bantahan, di antaranya datang dari Pramono Anung, PDIP yang membantah Puan dan Pramono tidak tidak menerima uang itu, Ganjar Pranowo, juga Melchias Markus Mekeng.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung meminta Setya tidak asal sebut nama orang demi mendapatkan status justice collaborator.

“Belum tentu orang yang disebut terlibat,” kata Pram di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 22 Maret 2018.

Setya didakwa mengatur untuk meloloskan anggaran proyek e-KTP di DPR pada 2010-2011, saat masih Ketua Fraksi Partai Golkar. Setya disebut menerima imbalan US$7,3 juta, jam tangan merek Richard Mille seharga US$135 ribu. (***)

sumber: utusankepri.com

Loading...
Loading...