Rabu | 18 September 2019 |
×

Pencarian

NEWS

Panen Melimpah, Ada Beragam Produk Olahan yang Dihasilkan Oleh Warga dari Buah Salak

Selasa | 27 Maret 2018 | 10:11

MEDIAKEPRI.CO.ID, Magelang – Buah salak menjadi komoditas yang melimpah dan bisa dengan mudah ditemui di Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang. Hal itu lantaran sebagian besar warga di wilayah tersebut adalah petani salak, khususnya salak pondoh.

Banyaknya buah berkulit keras itu terkadang membuat harga jual di pasaran menurun drastis, terutama saat musim panen. Yakni pada kisaran Rp1.500 hingga Rp5000 per kilogram.

Kondisi tersebut yang kemudian membuat warga Dusun Nganggrung, Desa Kamongan, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang untuk berinovasi demi meningkatkan harga jual salak. Mereka kemudian meluncurkan destinasi kampung wisata olahan salak (Pawon Salak).

“Harga jual salak pondoh di tingkat petani selalu murah. Hal itu yang kemudian membuat para petani terpuruk. Dibutuhkan upaya lebih agar nilai jual salak bisa meningkat,” ujar Penggerak Pawon Salak, Nurudin Hidayat, kepada detikcom, Senin, 26 Maret 2018.

Nurudin menuturkan, sebenarnya, warga Dusun Nganggrung sudah sejak lama memiliki kemampuan untuk mengolah buah salak menjadi produk makanan lain. Namun demikian, produk-produk olahan makanan tersebut belum terjual hingga luar daerah.

“Setelah adanya pelatihan yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Magelang, warga kemudian memiliki pandangan tentang pengolahan salak yang lebih baik dan memiliki nilai jual tinggi. Produktivitas warga pun ikut meningkat seiring bertambahnya wawasan mereka,” ungkap Nurudin yang juga kepala Dusun Nganggrung.

Ada beragam produk olahan yang dihasilkan oleh warga dari buah salak. Seperti jenang, dawet salak, gudeg salak, gethuk, geplak, bakpia, dodol, asinan, minuman sari salak, dan lainnya. Sampai saat ini, rata-rata warga bisa mengolah minimal 50-60 kilogram salak untuk dijadikan produk makanan, setiap harinya.

Berbekal kemauan masyarakat dan potensi salak yang melimpah tersebut, kemudian dibentuk desa wisata Pawon Salak. Destinasi wisata baru ini tidak hanya menawarkan beragam olahan buah salak, namun juga paket wisata homestay.

“Paket wisata homestay ini meliputi banyak kegiatan, antara lain tour petik buah salak, cara pembuatan aneka makanan berbahan baku salak, hingga outbond,” urai Nurudin.

Bedanya Pawon Salak dan desa wisata lain salah satunya adalah lokasi. Pawon Salak yang ada di Dusun Nganggrung, Desa Kamongan, Kecamatan Srumbung berada di lereng Gunung Merapi, atau berjarak sekitar 15 kilometer dari puncak gunung.

Hal ini yang membuat Pawon Salak memiliki hawa sejuk dan dingin. Selain itu, pemandangan hamparan perkebunan salak pondoh di antara sabodam penahan lahar dingin Gunung Merapi di sepanjang alur Sungai Bebeng juga menambah eksotis lokasi ini.

“Meski belum dikenal, namun dengan adanya Pawon Salak ini, diharapkan bisa turut membantu meningkatkan perekonomian para petani salak,” kata Nurudin. (***)

sumber: detik.com

Editor :