Rabu | 18 September 2019 |
×

Pencarian

NEWS

Pengajuan Anggaran Tak Direspon Dinas Pendidikan, Siswa SDN Ini Belajar di Lantai

Senin | 05 Maret 2018 | 12:02

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tarakan – Siswa SD Negeri 030, Sebengkok, Kota Tarakan, Kalimantan Utara masih melantai karena tidak memiliki kursi. Meja yang digunakan juga dari orang tua murid yang dibawa dari rumah.

Pihak sekolah sudah mengajukan anggaran untuk membeli mebeler ke Dinas Pendidikan setempat, tetapi hingga saat ini belum ada respon.

Empat kelas yang berada di SDN 030 Tarakan ini terpaksa melantai karena tidak ada kursi untuk duduk, sedangkan meja yang digunakan untuk belajar merupakan meja lipat yang dibawa dari rumah masing-masing. Untuk kelas 1 A dan 1 B, serta kelas 2 A dan 2 B, terpaksa melantai.

Meskipun demikian, para siswa tidak merasa risih maupun tidak nyaman karena belajar sama-sama dengan siswa lainya sehingga satu kelas merasakan hal yang sama. Seperti yang diungkapkan, Sherli siswa kelas 2 yang mengaku senang saja.

“Nggak papa belajar di lantai, banyak temannya. Udah terbiasa, jadi tidak apa-apa,” ucapnya kepada detikcom, Senin 5 Maret 2018.

Hal senada juga diungkapkan, Khairunisa yang merasa tetap nyaman meskipun belajar melantai tanpa alas. Menurutnya bisa sekolah dan belajar dengan teman-temanya menjadi kebahagiaan tersendiri baginya.

“Yang penting sekolah, bisa sama-sama teman belajar di sekolah nggak papa biar di lantai. Satu kelas, juga sepeti itu, udah biasa,” ucapnya.

Dikatakan Kepala Sekolah SDN 030 Jhoni Fransiskus bahwa ada 4 kelas yang tidak ada kursinya, meja yang ada merupakan milik dari siswa masing-masing yang dibawa dari rumah. Kondisi ini sudah berjalan selama 1 tahun terakhir.

“Pernah ada yang janjikan akan bantu 200 kursi tetapi hanya 28 saja, itupun kursi plastik dan ukuran meja dengan kursinya tidak sesuai. Makanya kita alihkan untuk kelas yang ada diatasnya. Yang melantai hanya kelas 1 dan 2 sedangkan untuk kelas 3,4,5, dan 6 sudah ada,” terangnya.

Pihak sekolah bukanya tidak berusaha untuk memenuhi kebutuhan, dalam pembahasan selalu mengajukan ke Dinas Pendidikan, Cuma selalu terkena penolakan dengan alasan masih ada prioritas lain yang harus diselesaikan oleh pemerintah kota Tarakan.

“Kita tidak tahu harga kursi, yang plastik, besi, atau yang kayu, tahun ini kita juga sudah minta ke Dinas Pendidikan, semoga saja dapat terealisasi sehingga anak-anak bisa belajar dengan nyaman dan aman. Meskipun terlihat biasa, tetapi kita merasa tidak enak hati untuk membiarkan hal ini terus terjadi,” ungkapnya.

Sementara itu, Plt Wali Kota Tarakan, Khaeruddin Arief Hidayat mengatakan anggaran untuk membeli mebeler SDN 030 tercoret karena berkaitan dengan pengadaan, sedangkan untuk gedung baru selesai dibangun.

“Kita melihat prioritas, anak-anak di sini membawa meja dari rumah tetapi melantai dan mejanya warna-warni. Ini menjadi kebutuhan dasar dan itu kewajiban kita supaya tidak memberatkan orang tua murid lagi. Ini menjadi catatan kita, bagaimana segera mungkin mengadakannya,” urainya.

Meskipun demikian, diharapkan sekolah lain yang memiliki kursi lebih, bisa dialihkan ke SDN 030, supaya siswa kelas 1 dan 2 bisa melakukan kegiatan belajar mengajar dengan layak. Sekolah ini menjadi prioritas serius.

“Saya pikir devisit anggaran tidak harus menyisihkan dunia Pendidikan, secara bertahap berapa dulu yang belum terselesaikan. Manasih prioritas dan mana yang emergensi harus kita pikirkan bersama-sama. Mudah-mudahan bisa tercaver di APBD murni, kalau tidak setidaknya di APBD Perubahan 2018 ini,” pungkasnya. (***)

sumber: detik.com

Editor :