Rabu | 02 Desember 2020 |
×

Pencarian

HIBURAN

Pertanyaannya Kenapa Program ‘Alay’ Ratingnya Selalu Tinggi?

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Pembawa acara televisi Deddy Corbuzier sempat mengeluhkan tentang program televisi di Indonesia yang disebutnya sebagai acara “alay” kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Menurut Ketua KPI Yuliandre Darwis, keluhan Deddy yang menilai tayangan alay sangat tidak cocok untuk anak-anak mendapat tanggapan serius dari KPI.

Loading...

“Tidak mendidik, bahkan membodohi kata Deddy Corbuzier. Dari statement itu kelihatan bahwa pelaku industri pun merasakan seperti itu,” terang Yuliandre Darwis ketika dihubungi awak media.

Yuliandre menambahkan, Deddy prihatin dengan semakin banyaknya tayangan televisi yang tidak mendidik namun tetap dipertahankan karena alasan rating. Rating menjadi alasan televisi menayangkan program yang dianggap tidak ada isinya itu.

“Tapi kenapa menjadi seolah-olah ratingnya jadi tinggi tayangan yang tidak ada konsep, tidak ada isi, mohon maaf ya. Kok ratingnya tinggi, sedangkan yang benar-benar kok enggak. Itu yang ditanyakan Deddy ke KPI,” paparnya.

Namun keluh kesah Deddy soal rating tidak bisa dijawab oleh KPI. Menurut Yuliandre KPI tak punya wewenang menyoal rating televisi. Sebab, urusan rating sampai sekarang masih mengacu kepada AC Neilsen.

Loading...

“Nah KPI nyatakan rating ini kan dikuasai oleh suatu lembaga rating namanya Nielsen kan yang dikategorikam milik asing. Itu yang coba kami pahami. Mereka berharap ada satu lembaga yang bener bener ngukur dari Sabang sampai Merauke, konkret real datanya. Jangan hanya 11 kota dan rating itu jadi dewanya. Itu yang diprotes oleh Deddy Corbuzier khususnya,” terang Yuliandre.

Yuliandre menambahkan, sampai saat ini KPI tetap menindak tegas program televisi yang dianggap melanggar aturan yang berlaku.

“Kami akan sampaikan terus solusinya apa. Lawakan yang mem-bully kalau baru satu kali masih bisa dianggap ketidaksengajaan. Tapi kalau berulang kali pasti kami stop programnya,” demikian Yuliandre. (***)

sumber: inilah.com

Loading...
Loading...