Sabtu | 23 Januari 2021 |
×

Pencarian

INTERNASIONAL

Polisi yang Tukar Dirinya dengan Sandera Ditembak dan Ditikam Itu Akhirnya Meninggal Dunia

MEDIAKEPRI.CO.ID, Paris – Seorang polisi yang menawarkan dirinya untuk ditukar dengan sandera dalam aksi penyanderaan di supermarket di Prancis, telah meninggal dunia akibat luka-luka parah yang dideritanya.

Polisi berumur 45 tahun itu sempat kritis dan dirawat selama beberapa jam di rumah sakit, sebelumnya akhirnya menghembuskan napas terakhir hari ini.

Loading...

Menurut sumber-sumber yang dekat dengan penyelidikan insiden ini seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu 24 Maret 2018, Letnan Kolonel Arnaud Beltrame ditembak dua kali dan ditikam berulang kali oleh pelaku penyanderaan di kota Trebes, yang diidentifikasi sebagai Redouane Lakdim.

Menteri Dalam Negeri Prancis Gerard Collomb menyatakan, Beltrame menawarkan untuk menggantikan posisi seorang wanita yang disandera Lakdim saat rekan-rekannya di luar supermarket melakukan negosiasi dengan Lakdim.

Ketika para polisi antiteror mendengar suara-suara tembakan, mereka pun menyerbu masuk ke dalam supermarket dan menembak mati Lakdim. Polisi kemudian menemukan Beltrame dalam kondisi luka parah.

“Letnan Kolonel Arnaud Beltrame telah meninggal dunia. Prancis tak akan pernah melupakan kepahlawanannya,” kata Collomb lewat akun Twitter-nya seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu 24 Maret 2018.

Loading...

Sebelumnya, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut insiden yang terjadi pada Jumat 23 Maret 2018 waktu setempat tersebut sebagai “serangan teroris”.

Macron pun memuji keberanian Beltrame. “Dia menyelamatkan nyawa dan menghormati rekan-rekannya dan negaranya,” tutur Macron.

Para pejabat pemerintah menyebut Lakdim merupakan keturunan Maroko yang memegang status kewarganegaraan Prancis. Media-media memberitakan pria berumur 26 tahun itu ‘bukan nama asing’ bagi badan-badan keamanan di Prancis dan masuk dalam pengawasan otoritas.

Dalam aksi penyanderaannya, Lakdim menuntut pembebasan Salah Abdeslam, tersangka yang melakukan serangan senjata dan bom di Paris pada 2015 yang menewaskan 130 orang. Dengan kematian Beltrame, maka jumlah korban tewas dalam serangan yang dilakukan Lakdim bertambah menjadi empat orang. (***)

sumber: detik

Loading...
Loading...