Kamis | 03 Desember 2020 |
×

Pencarian

PERISTIWA

Sakit Hati, Residivis Ini Nekad Racuni Tetangganya Melalui Tandon Air Agar Sekeluarga Mati

MEDIAKEPRI.CO.ID, Blitar – Sariyono (22) nekat meracuni tetangga dengan menuangkan cairan serangga ke tandon air rumah korbannya, Yuliati (38). Ide itu didapat warga Blitar ini setelah melihat tayangan televisi. Dia nekat merencanakan pembunuhan sadis satu keluarga karena sakit hati.

Pria yang tiga kali keluar masuk penjara ini berharap menuangkan racun serangga ke tandon air itu bisa mengelabui polisi dan tidak meninggalkan jejak. Rupanya, anggapan itu salah. Aksi yang dilakukan sendirian itu tetap berhasil dibongkar polisi.

Loading...

Awalnya, pelaku membeli potas di toko bahan pertanian di desanya. Namun tidak ada. Pelaku menanyakan racun apa yang cocok untuk membunuh kucing. Korban pun mendapat racun serangga.

Pelaku yang masih bertetangga dengan korban dengan bebas menuangkan racun itu saat malam hari. Pelaku memanjat dinding rumah korban dan berpegangan pada kayu rangka atap rumah korban.

Pelaku menuangkan racun serangga ke dalam tandon, melalui lubang pipa yang terdapat di atas tandon. Racun itu akhirnya bercampur dan mengalir di kamar mandi korban. Botol bekas racun serangga itu akhirnya dibuang ke sawah sekitar lokasi kejadian.

Malam berlalu, rupanya pemilik rumah yang akan menunaikan salat subuh merasakan keganjilan. Air yang dirasakan saat berwudhu itu mengeluarkan bau kurang sedap. Yuliati yang tinggal bersama kedua orangtuanya pun curiga ada yang meracuninya.

Loading...

Korban pun melaporkan kejadian ini ke perangkat desa yang dilanjutkan ke Polsek Gandusari. “Hasil penyidikan, kami amankan Sariyono,” jelas Kasubag Humas Polres Blitar AKP Purwadi kepada wartawan di mapolresta, Jumat 23 maret 2018.

Rupanya sebelum meracuni keluarganya, Yuliati melaporkan menerima pesan singkat yang berisi ancaman akan dibunuh seseorang. Dan korban, Yuliati warga Dusun Sukoreno RT 05/01 Desa Sukosewu, Gandusari, Kabupaten Blitar, ini mengaku lega aksi pelaku akhirnya terbongkar.

Pelaku mengaku tega berniat membunuh keluarga korban karena sakit hati. Tersangka merasa diadu domba, karena pernah menjadi penghuni lapas. Pada polisi, tersangka juga mengakui pernah mengancam korban dengan mengirimkan pesan singkat

“Saya memang pernah mencuri. Tapi tidak mau kalau ke tetangga sendiri. Dia bilang, saya berniat jahat sama tetangga baru saya asal Malang,” kata pelaku membela dirinya. (***)

sumber: detik.com

Loading...
Loading...