Senin | 26 Oktober 2020 |
×

Pencarian

BATAM

Selain Tidak Memiliki Izin Berlayar, Tiga Kapal yang Ditangkap Membawa Barang Ilegal, Ini Barangnya…

Aksi Tim Gabungan WFQR Lantamal IV dan Lanal Batam

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Disinyalir mengangkut barang ilegal tiga kapal diamankan Tim Gabungan Western Fleet Quick Response (WFQR) Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV Tanjungpinang dan Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Batam di Sungai Lekop Sagulung Batam, Kepri Rabu, 21 Maret 2018.

Loading...

Adapun ketiga kapal yang diamankan yakni KM. Eka Wijaya, KM. Doa Ibu dan KM 1 Putra 2 Putri. Lalu kapal beserta muatan dan ABK kapal dikawal Patkamla Sea Rider 1 menuju Lanal Batam, untuk proses penyelidikan lebih.

Ketiga kapal diamankan saat berada pada posisi 01.1’10.5204 N – 103.568.0376 E di sekitar Sungai Lekop Sagulung. Ketiga kapal mengangkut barang-barang ilegal dan diduga melakukan pelanggaran pelayaran.

Penangkapan tersebut merupakan salah satu target operasi tim WFQR IV yang berawal dari adanya informasi intelijen tentang dugaan adanya kapal yang memuat barang-barang illegal dari Batam dan dibawa keluar tanpa dilengkapi dokumen.

Selanjutnya tim WFQR IV melakukan pengembangan informasi intelijen dan melaksanakan patroli penyekatan di beberapa titik yang kemungkinan akan dilalui oleh kapal pengangkut barang ilegal tersebut.

Loading...

Ketiga kapal tersebut ditangkap karena mengangkut barang illegal diantaranya barang elektronik, pakaian, perlengkapan olahraga (busur), barang-barang bekas dan guci serta berlayar tanpa dilengkapi dokumen yang sesuai antara lain SPB tidak berlaku/mati.

Serta tidak memilki surat manifest muatan dan surat sandar/muat barang di pelabuhan yang diijinkan serta surat clereance tujuan ketiga kapal tersebut tidak sesuai dengan riil dilapangan.

Menyikapi kejadian tersebut Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno,menyampaikan bahwa Tim gabungan WFQR IV akan terus melakukan patroli dan penindakan terhadap segala bentuk kegiatan ilegal terutama di wilayah kerja Lantamal IV.

“Kita lakukan semua ini sebagai upaya untuk meminimalisir masuknya barang-barang illegal ke wilayah Kepri,” ujar Eko.(kmg)

Loading...
Loading...