Minggu | 20 Oktober 2019 |
×

Pencarian

NEWS

Setelah 15 Hari Jalani Koma, Bayi Korban Kekerasan dan Penganiayaan Ibu Kandungnya Itu Innalillahi

Minggu | 25 Maret 2018 | 19:07

Balita Calista Peradangan Otak yang Akibatkan Infeksi

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karawang – INNALILLAAHI… Akhirnya, Bayi Calista Keysa Oktavia itu meninggal. Bayi berusia 1,5 tahun itu tak dapat bertahan lebih lama dari penganiayaan yang dideritanya.

Setelah 15 hari menjalani masa kritis, Calista yang dua bulan berturut-turut menjalani penyiksaan ibu kandungnya menghembuskan nafas terakhir, Ahad, 25 Maret 2018 sekitar pukul 09.55 WIB.

Secara medis Rohimin, Humas RSUD Karawang menjelaskan selama dua hari terakhir Calista mengalami penurunan detak jantung. Ini membuat jantungnya tak kuat memompa darah dan oksigen untuk diedarkan ke seluruh tubuh.

Menurutnya, sejak kali pertama mendapat perawatan medis, pihaknya sudah berupaya untuk menangani balita perempuan ini. RSUD menyediakan tim dokter ahli di bidangnya agar balita ini dapat tertolong. Bahkan, setiap saat Calista selalu diawasi tim dokter.

Selama penanganan, lanjut Rohimin, Calista dibantu alat pernapasan. Dalam catatan RSUD, napas Calista terhitung sebanyak 30 kali per menit. Untuk ukuran anak seusianya, helaan napas Calista tergolong rendah.

Selain itu, Calista juga mengalami encephalitis atau peradangan otak yang mengakibatkan infeksi. Ternyata, peradangan otak tersebut akibat benturan yang teramat keras.

Meninggalnya Calista mendapat perhatian sejumlah pihak. Salah satunya dari Kapolres Karawang AKBP Hendy Febrianto Kurniawan. Bahkan, Hendy membawa sendiri jenazah Calista untuk disemayamkan di rumahnya di Kampung Jatirasa Barat, Kelurahan Karang Pawitan, Kecamatan Karawang Barat.

“Kami, setiap hari memantau perkambangan balita cantik ini. Tetapi, Allah SWT lebih sayang dia. Kini, Calista sudah tak merasakan kesakitan lagi,” ujar Hendy dengan mata berkaca-kaca.

Menurut Hendy, berdasarkan pengakuan ibu kandung korban, Sinta (27 tahun), Calista kerap dianiaya selama dua bulan terakhir. Perlakuan ibu kandungnya ini, sangat tidak wajar. Bahkan, sebelum koma, kepala korban terbentur rak piring dan tembok akibat penganiayaan yang dilakukan ibu kandungnya. (***)

sumber: republika.co.id

Editor :