Jumat | 04 Desember 2020 |
×

Pencarian

PERISTIWA

Siapa Berani Jadi Presiden, Najwa Sihab: Pertanyaaannya, Modal Uang untuk Maju Pilpres

MEDIAKEPRI.CO.ID – Judul diatas adalah judul salah satu tv show secara live yang digawangi oleh presenter senior Najwa Sihab (Nana).Sang pemberani ditampilkan satu persatu, diawal adalah Rizal Ramli. Dari riwayat yang ditayangkan kaya dengan jabatan yang sangat strategis Menko Perekonomian, Menkeu dan Menko Kemaritiman walaupun waktu singkat menjabat dengan prestasi yang gemilang.

pertanyaan yang diajukan Nana tidaklah terlalu istimewa sehingga RR bisa dengan singkat dan menjelaskan keberanian nya untuk maju sebagai Calon Presiden adalah kemampuan kualitas diri serta dia punya konsep untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dua kali lipat dari sekarang, disertai dengan branding yang sudah beredar dimasyarakat bahwa dia orang yang lurus, berani dan membela kepentingan rakyat.

Loading...

Bisa ditangkap bahwa dengan modal tersebut Rizal hendak mengatakan bahwa seharusnya partai tidak akan salah meminangnya jika untuk melakukan perubahan bangsa yang lebih sejahtera.

Pertanyaan yang nampaknya dikejar oleh Nana adalah modal uang untuk maju pilpres, sehingga menampilkan jumlah kekayaan Rizal pada caption.

Peserta kedua adalah Muhaimin Iskandar

Dengan pengalaman eksekutif menjadi Menteri dan di DPR, tidak banyak prestasi hal yang menonjol yang ditayangkan, tapi cak Imin panggilan dari Muhaimin menegaskan dia adalah aktivis NU dan adalah Ketua dari partai terbesar Islam kata Nana, jika dikaitkan dengan judul Siapa Berani jadi Presiden, cak Imin ternyata di amanahkan oleh umatnya hanya sebagai cawapres bukan sebagai capres, cak imin punya keberanian menyampaikan pesan kepada Jokowi bahwa haruslah dipilih sebagai cawapres Jokowi, jika tidak Jokowi akan kalah.

Loading...

Cuma sebagai pengamat saya juga mengingatkan ketika Megawati didampingi oleh cawapres dari NU tetap kalah.

Peserta ketiga adalah Gatot Nurmantyo

Mantan panglima TNI dari tayangan yang ditampilkan belum ada pengalaman dipemerintahan sipil selain pengalaman militer. Dari penjelasan yang digali tampaknya belum ada konsep pembangunan Indonesia yang dia punyai.

Berkali kali GN menyatakan dia sebagai seorang prajurit belum pensiun jadi belum berani menyatakan maju jadi capres sehingga tidak cocok dengan judul, Nana sepertinya menyadari kekeliruan tersebut sehingga mengejar bahwa dua minggu lagi pensiun, setelah itu berani dong deklarasi jadi capres, GN sebenarnya masih ngeles dengan menyatakan tergantung dukungan rakyat. Lalu Nana menimpali kalau anda sudah deklarasi kami akan undang kembali.

Jika Judul acara sama seharusnya format yang ditampilkan sebaiknya panel, mereka ditampilkan bersamaan, sehingga keberanian dengan modal kapasitas, kualitas dan konsep yang ditawarkn bisa digali lebih dalam, tentunya dengan pertanyaan yang sama, lucunya ketika pada RR mengajukan pertanyaan tentang dukungan partai dan dana yang dipunyai, tapi tidak kepada yang lain termasuk pada GN yang sama sama bukan orang partai.

Sebagai tontonan cukup menarik cuma ditutup dengan hasil poling dari salah satu media yang lain, cuma tidak dijelaskan kapan poling diadakannya apakah terkait dengan acara, waktunya apakah selama acara dan ditutup pada saat akhir acara. Karena tidak ada run text poling dimunculkan di acara MataNajwa tersebut. Semoga lain kali lebih baik. Bravo Nana.
(***)

sumber: harianterbit.com

Loading...
Loading...