Kamis | 28 Januari 2021 |
×

Pencarian

BATAM

Sopir Batam Centre yang Dituduh Gelapkan Mobil Avanza Ini Minta Perlindungan Hukum ke Polda Kepri

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Ariyanto, warga Perum Bida Ayu Blok A7 No 8, Kelurahan Mangsang, Sei Beduk, Batam, Kepri tidak dapat menerima perlakuan hukum atas laporan Saferry Firman atas tuduhan penggelapan satu unit mobil Toyota New Avanza 1,3G warna Silver Metalik, tahun 2014 nomor Polisi T 1226 DZ.

Untuk itu, Ariyanto yang sehari-hari beraktivitas sebagai sopir di Batam Centre ini membuat pengaduan ke Polda Kepri melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum). Pengaduan ini secara resmi diterima Polda Kepri pertanggal Kamis, 22 Februari 2018.

Loading...

“Semoga pengaduan ini dapat titik terang dalam menyikapi persoalan yang menimpa saya,” ujar bapak tiga anak ini saat berada di Pelabuhan Batam Centre, Senin, 5 Maret 2018.

Disebutkannya, untuk memiliki satu unit mobil Avanza nomor polisi T 1226 DZ, ia membuat kesepakatan perjanjian dengan PT Adira Finance Batam. Setelah enam kali membayar angsuran, katanya, ia mengaku sudah tidak mampu lagi untuk melanjutkan angsuran berikutnya. Untuk itu, tambahnya, ia meminta bantuan Robhi, pemilik showroom mobil di sekitar Batam Centre untuk mencari orang yang bersedia untuk mengambil alih/ take over mobil tersebut. Akhirnya, Aldjupri bersedia untuk mengambil alih tanggungan mobil tersebut.

Selanjutnya, Pada, Rabu, 23 Maret 2016 di Kantor PT Adira Finance Batam lantai III, Jalan Laksamana Bintan, Sei Panas, Batam, dilakukan peralihan tanggungan. Untuk penandatanganan selembar surat antara Ariyanto dan Aldjupri ini, katanya, disaksikan oleh Robhi.

“Tak over dilakukan di Kantor Adira. Pembayaran angsuran setelah adanya take over dilakukan Adjupri dan pihak Adira tahu itu. Bahkan kolektor Adira yang mengambil angsuran ke rumah Aldjupri. Lalu, mobil hilang dari tangan Adjupri. Setelah menjadi masalah, kenapa saya yang ditelepon dan disurati?,” ujarnya bertanya.

Loading...

Dikatakannya, saat berada di Polsek Sei Beduk, dirinya dilaporkan penggelapan. Ketika ditanyakan ke penyidik, katanya, laporan ini selesai jika ia harus membayar utang yang ada di Adira. “Dibayar aja. Begitu dibayar selesai masalah ini,” ujar penyidik saat ditemuinya saat didampingin mediakepri.co.id belum lama ini. (eddy)

Loading...
Loading...