Senin | 23 September 2019 |
×

Pencarian

NEWS

WOW!! Segarnya Berendam di Pemandian Air Panas “Guci”, dan Nikmati Wisata Kulinernya

Selasa | 06 Maret 2018 | 11:39

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tegal – Pemandian air panas bukan cuma ada di Bandung, tapi juga Tegal. Rasakan nikmatnya berendam di Pemandian Guci.

Guci di Tegal adalah kawasan wisata yang menawarkan tempat pemandian air panas yang nyaman dan menyegarkan. Berada di atas ketinggian di lereng Gunung Slamet Jawa Tengah, Guci sangat mudah dicapai baik dengan berkendara maupun menempuh perjalanan dengan Kereta Api.

Kawasan Pemandian Air Panas Guci terkenal dengan air panas alami yang berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit dan menyegarkan tubuh.

Terletak di lereng Gunung Slamet, Jawa Tengah, Guci bisa ditempuh dengan berkendara atau pun menggunakan kereta api yang berhenti di Stasiun Tegal.

Sebelum menuju Guci, sempatkan diri untuk mencicipi sate ayam yang dijajakan di warung sate yang berlokasi di pinggir stasiun.

Sate yang dijajakan berbeda dengan yang dijual kebanyakan di Jakarta. Dagingnya empuk dan berukuran agak besar, dengan saus kacang yang sangat nikmat.

Satu porsi sate di sebut se/satu kodi yang berisi 20 tusuk sate. Kebetulan saya termasuk orang yang sangat menyukai sate, dan warung sate yang ada di luaran halaman stasiun atau di depan alun-alun Stasiun Tegal merupakan sate yang sangat saya sukai dan sampai sekarang sangat saya rindukan.

Selain sate, di sini juga menjual gulai tulang ayam yang lumayan rasanya dinikmati panas. Puas menikmati sate dan gulai tulang ayamnya, perjalanan dilanjutkan selama satu jam berkendara menuju kawasan Guci

Karena masih terang, traveler dapat melihat berbagai jenis gerabah yang dijual di toko-toko yang berderet di suatu kawasan di kota Tegal.

Di sini traveler dapat melihat berbagai jenis gerabah yang terbuat dari alumunium, kuningan, besi maupun tanah liat (berupa set poci khas kota Tegal).

Jangan lupa membeli martabak untuk cemilan, karena daerah Lebaksiu di kota Tegal, terkenal dengan penduduknya yang ahli membuat martabak, dan kebanyakan merantau sebagai penjual martabak.

Masuk ke kota Slawi, sempatkan diri masuk ke kawasan pasar tradisional. Di mana kita bisa membeli tahu aci, dan juga menemukan toko obat tradisional di salah satu pojok pasar untuk membeli jamu seduh yang berkhasiat mengobati berbagai penyakit, atau pun sekedar menghilangkan pegal-pegal seetelah beberapa jam menempuh perjalanan.

Jamu bisa diseduh sesuai keluhan yang kita derita. Selain itu toko ini menjual obat-obatan tradisional yang cara menjualnya ditimbang terlebih dahulu sesuai resepnya.

Memasuki lereng Gunung amet menuju kawasan Guci, kita akan disuguhkan dengan pemandangan ladang sawah di kanan kiri jalan, serta ladang bercocok tanam seperti sayur mayur, serta buah-buahan.

Semakin menanjak, semakin akan terasa dingin yang menembus kulit. Jangan lupa memakai baju hangat sepanjang perjalanan dan selama bermalam di Guci.

Jalanan yang menanjak dan berliku dan sempit, mengharuskan traveler untuk lebih berhati-hati dalam berkendara, karena di samping kiri dan kanan banyak terdapat jurang yang membahayakan.

Menjelang malam, sempatkan diri untuk makan malam di Warung Sate Batibul yang ada di pinggir jalan. Warung ini cukup terkenal dengan sate kambing berumur tiga bulan, dengan dagingnya yang empuk dan tidak prengus.

Jangan lupa memesan Teh Poci yang disajikan di poci tanah liat, sebagai pendamping makan sate kambingnya. Sampai di kawasan wisata Guci, traveler harus membayar tiket masuk untuk pendapatan daerah setempat.

Setelah memasuki gerbang kawasan tersebut, traveler akan banyak menemukan vila-vila tempat menginap yang dikelola oleh penduduk setempat dengan harga yang relatif murah.

Saat itu traveler menginap di hotel Duta Wisata yang dikelola oleh salah satu pabrik Teh dengan replika Botol Teh Dua Tang di halamannya.

Tentunya setelah reservasi beberapa hari sebelumnya melalui telepon. Hotel ini dilengkapi dengan air panas dan kolam renang air panas alami yang bersih dan luas.

Namun begitu, apabila traveler tidak menginap di hotel ini, ada banyak lokasi pemandian air panas di sekitaran yang bisa diakses oleh pengunjung, dengan membayar tiket.

Menikmati udara pengunungan yang dingin, pengunjung dapat membeli sate kelinci yang banyak dijajakan di sekitaran kawasan wisata dengan cara dipikul.

Apabila sudah puas menikmati air panas Guci, sempatkan diri ke daerah Bumijawa yang terletak di salah satu sisi lereng Gunung Slamet, tak jauh dari kawasan Guci (namun berbeda arah).

Di sana kita bisa melihat-lihat kehidupan masyarakat setempat, sambil melihat-lihat hutan pinus di kanan kiri jalan menuju ke pertigaan Sirampog.

Jalan menuju kawasan ini sempit dan sangat berliku dengan tanjakan dan turunan yang tajam, dan aspal yang tidak terlalu bagus. Jadi pastikan kendaraan Anda prima. (***)

sumber: detik.com

Editor :