RAGAM

Ustaz Abdul Somad Ngadu ke Aa Gym Dituduh Radikal Disaksikan Tuan Guru Bajang

Minggu | 01 April 2018 | 23:22

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bandung – Ustaz Abdul Somad mengaku ada pihak yang menuduhnya ustaz radikal. Hal itu dia sampaikan saat memberi kajian keagamaan, di Masjid Rahmatan Lil’Alamin, Eco Pesantren Daarut Tauhid, Kabupaten Bandung Barat, Minggu, 1 April 2018.

Selain Ustaz Somad, hadir juga Gubernur NTB Tuan Guru Bajang (TGB) Muhamad Zainul Majdi dalam kajian tersebut. Kehadiran keduanya mendapat sambutan hangat dari ribuan jemaah pesantren Abdullah Gymnastiar (Aa Gym).

Dalam kajian keagamaan tersebut, Aa Gym sebagai tuan rumah berperan sebagai moderator. Berbagai pertanyaan dilontarkan Aa Gym kepada TGB dan Ustaz Somad.

Kepada Ustaz Somad, Aa Gym mengaku bingung dengan kata-kata radikal. Banyak tuduhan radikal dari pihak tertentu kepada pihak lainnya. “Saya bingung dengan kata-kata radikal,” kata Aa Gym.

Ustaz Somad menuturkan, dulu Buya Hamka juga dituduh sebagai sosok radikal. Dia dituduh sebagai komando jihad oleh pihak-pihak tertentu. “Buya Hamka marah. Karena tidak ada komando jihad itu,” kata Ustaz Somad.

Pada kesempatan itu, dia juga menyebut, bila ada yang menuduhnya sebagai orang radikal. Tuduhan itu ramai dibicarakan di internet. “Saya dituduh radikal. Ramai di internet,” kata Ustaz Somad.

Aa Gym kemudian menimpali pernyataan Ustaz Somad tersebut. Dia menyarankan agar Ustaz Somad tidak perlu membuka internet. “Jangan dibaca saja,” saran Aa Gym.

Ustaz Somad sepakat dengan saran Aa Gym.”Tidak baca, tapi ada jemaah yang whatsapp ke saya,” ucap Ustaz Somad, diikuti gelak tawa para jemaah.

Ustaz Somad melanjutkan, warga masyarakat harus bisa berimbang dalam menilai sesuatu. Dia juga mengingatkan bahwa ulama juga ikut berperan dalam berdirinya Indonesia.

“Saya kira, harus balance dalam menilai. Karena satu terlalu takut dengan Islam. Akhirnya Islam phobia. Sedangkan satu lagi terlalu takut dengan nasionalisme,” ujarnya.

“Kita harus faham, negeri ini didirikan juga oleh ulama. Nilai-nilai Islam itu ada dalam Pancasila. Orang berteriak Allahu Akbar bukan berarti tidak nasionalis,” tandasnya. (***)

sumber: detik.com

Editor :