BATAM

KASIHAN!!! Aktivitas Melaut Nelayan di Nongsa Terganggu dengan ‘Rutinitas’ Tahunan Pencemaran Minyak

Selasa | 10 April 2018 | 13:01

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Pencemaran perairan di Batam dan Kepri umumnya sepertinya menjadi rutinitas tahunan. Dengan tragedi ini, nelayan yang menjadikan laut sumber kehidupan jadi terganggu dan tersiksa.

Begitulah yang dirasakan, warga dan nelayan di Pulau Kubang, Kelurahan Ngenang, Kecamatan Nongsa, Batam. Mereka mengaku aktivitas mereka terganggu dengan adanya pencemaran minyak di perairan yang menjadi urat nadi kehidupan mereka sejak Senin, 9 April 2018.

“Pinggir laut berminyak. Kami ke laut, minyak hitam nempel di jaring dan alat tangkap ikan kami,’ ujar salah seorang nelayan dengan nada lemas.

Karena kondisi ini sangat mengganggu, warga dan nelayan mengadukan kondisi ini ke Tim Patroli Westrn Fleet Quick Response (WFQR) Lantaman IV, Lanal Batam yang siaga di Pos AL Telaga Punggur.

Mendapat laporan itu, dengan sigap anggota Tim WFQR bergerak menyisiri perairan Pulau Kubung, Pulau Ngenang, Pulau Kasam, Pulau Todak dan Bagan dengan menggunakan Patkamla Silumba

Patroli Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lantamal IV Lanal Batam dengan Patkamla Silumba dan Posal Telaga Punggur Lanal Batam menemukan adanya pencemaran limbah minyak hitam yang terjadi di perairan pantai dan sungai Pulau Kubung Kel. Ngenang Kecamatan Nongsa.

“Begitu dapat laporan, anggota WRQR berkoordinasi dengan Patkamla Silumba menyisiri perairan yang tercemari oleh minyak hitam tersebut,” ungkap Komandan Lanan Batam,, Kolonel Laut (E) Iwan Setiawan.

Dari hasil penyisiran, dijelaskan Iwan, memang benar ada perairan di seputaran pulau-pulau itu yang dicemari oleh limbah minyak hitam.

“Kemungkinan minyak hitam itu merupakan minyak sisa tanki kapal, yang sengaja membersihkan tankinya di perairan OPL dan membuang limbahnya ke laut, sehingga minyakminyak hitam itu dibawa arus dan angin hingga ke pesisir Batam,” jelasnya.

Untuk itu, pihak Lanal Batam telah berkoordinasi dengan Lantamal IV dan Lanudal dan Lanudal serta Wing Udara TNI AL, untuk melakukan patroli dan pantau atas kapal-kapal yang sedang beraktivitas di perairan OPL.

“Dugaan sementara limbah ini sengaja dibuang pada malam hari di perairan OPL, saat ini sample limbah minyak hitam itu sudah kami ambil untuk pemeriksaan lebih lanjut, jenis minyap apa yang terkandung di dalamnya,” beber Iwan.

Untuk penanganan pencemaran laut, Iwan juga mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan instansi terkait, guna dilakukan penanggulangan pencemaran tersebut.

“Saat ini tinggal sedikit lagi lombah minyak hitam itu yang masih tergenang di perairan pesisir Batam, kita berupaya agar cepat teratasi,” jelasnya.

Sebelumnya, sejak akhir Marate lalu, limbah minyak hitam ini telah menyerang Kawasan Wisata Lagoi, Bintan, yang berhadap-hadapan dengan Batam.

Cemaran minyak hitam yang merusak keindahan pantai ini dikeluhkan oleh para turis mancanegara yang sedang liburan di Kawasan Wisata Lagoi yang terkenal indah, nyaman dan asyik tersebut.

Wisatawan komplain bukan hanya karena tak dapat berenang dan bermain di pasir, tapi untuk berjemur saja mereka tidak bisa, karena aroma yang dikeluarkan oleh limbah minyak tersebut, membuat sakit kepala.

Hingga saat ini, belum diketahui kapal apa dan dari negara mana yang telah membuang limbah minyak hitam itu di perairan OPL yang dekat dengan perairan Batam dan Bintan.

Yang jelas, kejadian seperti ini, sudah menjadi rutinitas setiap tahunnya. Hanya saja tahun-tahun sebelumnya, minyak hitam itu tidak sampai mencemari pantai Lagoi. (kmg/elin)

Editor :