INTERNASIONAL

Datang ke Arab Saudi, TKW Ilegal Asal Cianjur Ini Hanya Serahkan Nyawa, Kondisinya Menyedihkan

Rabu | 11 April 2018 | 20:39

MEDIAKEPRI.CO.ID, Cianjur – Iis Parida binti Junaedi Nurohman (59), warga Kampung Lapang RT 02/03, Desa Cikondang, Kecamatan Bojongpicung, Cianjur, Jawa Barat meninggal dunia diduga akibat sakit di Mekkah. Pihak keluarga almarhumah yang diketahui merupakan TKI non-prosedural (ilegal) meminta jenazah dikebumikan di Mekah.

“Kami minta almarhumah dimakamkan di sana saja. Dan, untuk apa yang menjadi hak almarhumah, kami minta bantuan Astakira untuk mendapatkannya,” kata adik Iis, Endang Hidayat (40), Rabu 11 April 2018.

Keputusan keluarga untuk meminta bantuan Asosiasi Tenaga kerja Indonesia Pembaharuan (Astakira) Cianjur dipilih, mengingat status iis yang merupakan TKI ilegal.

Iis yang pertama kali berangkat ke Arab Saudi pada 2012 lalu, diketahui sempat kembali ke tanah air. Namun, kemudian kembali berangkat ke tempat yang sama pada akhir 2017 lalu.

Diduga, Iis merupakan salah satu TKI yang diloloskan oknum agar dapat bekerja kembali di Arab Saudi. Tidak heran, jika akhirnya Iis masuk ke dalam daftar TKI non prosedural.

Menanggapi permohonan itu, Ketua DPC Astakira Kabupaten Cianjur Hendri Prayoga mengaku, akan berusaha memberikan bantuan secara maksimal.

“Hak-hak almarhumah itu antara lain, uang santunan (uang duka) dan gaji yang kabarnya belum dibayar selama 5 bulan,” kata Hendri.

Ia melanjutkan, Astakira sebagai kuasa hukum keluarga Iis telah berkoordinasi dengan BNP2TKI di Kementerian Luar Negeri. Astakira perlu bekerjasama dengan BNP2TKI untuk mendapatkan bantuan dalam memastikan kepemilikan dokumen TKI terkait.

Begini kerugian menjadi TKI ilegal
Menurut Hendri, dokumen yang dimaksud seharusnya dimiliki oleh TKI termasuk kepesertaan asuransi. Upaya tersebut perlu ditempuh, sekalipun TKI terkait merupakan TKI ilegal.

“TKI non prosedural seringkali rugi, ketika ada masalah di negara penempatan. Makanya, perlu dibantu,” ujarnya.

Di tengah proses membantu TKI tersebut, Hendri juga menyoroti permasalahan TKI yang tetap bisa berangkat ke Timur Tengah. Ia mempertanyakan, mengapa masih ada warga yang lolos dan bekerja di sana meskipun berlaku moratorium.

Menurut dia, ada kemungkinan oknum-oknum terlibat dalam keberangkatan para TKI ke Timur Tengah. Hendri menduga, oknum itu pun berasal dari instansi pemerintah.

“Soalnya, tidak mungkin bisa memberangkatkan kalau tidak ada keterkaitan oknum itu. Tidak mungkin bisa memberangkatkan TKI ke negara lain,” kata dia.

Apabila benar demikian, Hendri menilai, moratorium pun menjadi tidak ada artinya jika instansi berwenang memiliki kerjasama dengan Pelaksana Penempatan TKI Swasta(PPTKIS). Pasalnya, TKI hingga akhir tahun lalu pun nyatanya masih dikirimkan kr Timur Tengah.

Oleh karena itu, Hendri mengharapkan pihak kementerian dapat menindak tegas oknum yang berada dibelakang pengiriman TKI ilegal. Ia juga mengharapkan, agar Disnakertrans Kabupaten Cianjur dan Polres setempat dapat tegas para penyalur TKW ke kawasan Timur Tengah.

“Karena permasalahan TKI semakin banyak, sehingga ini harus segera dituntaskan. Pemerintah jangan tutup mata, ini harus jadi permasalahan nasional,” ucapnya.***

sumber: pikiranrakyat.com

Editor :