TANJUNG PINANG

IKAB Ajak ASN Bersikap Profesional dan Menjaga Netralitas dalam Pilwako Pinang

Sabtu | 14 April 2018 | 0:01

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Menyikapi eskalasi politik dalam masa kampanye Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang yang kian menghangat, kelompok intelektual Kepri yang terhimpun dalam Ikatan Alumni Bandung (IKAB) Kepri, menggelar diskusi kecil dengan membahas, upaya meningkatkan partisipasi pemilih pemula dan mensukseskan pilwako tanjungpinang 2018.

Diskusi dimulai dengan membahas program masing-masing paslon melalui Timsesnya yang mulai menggerakkan seluruh mesin politiknya.

“Menurut pengamatan saya, peserta pikwako kali ini kurang berani tampil dengan visi kedepan dan program nyata apa yg ingin diwujudkan jika menang, karena saat ini hanya perang klaim dan saling hujat di medsos,” ujar pengamat kebijakan publik, Buana Fauzi Februari, SH,SE,MM.CPS saat berdiskusi bersama pengurus IKAB (ikatan alumni bandung) Kepri di bilangan jalan Pemuda Tanjungpinang.

Ditanya siapa yang berpeluang memenangkan kontestasi pilwako Tanjungpinang, pengamat yang juga jebolan Lemhanas ini mengatakan, kedua calon memiliki peluang yang sama menjadi pemenang, karena masih ada waktu 2 bulan lagi.

“Masih cukup waktu untuk meraih simpati masyarakat, hanya pergerakan timsesnya harus elegan, jangan bikin blunder yang pada akhirnya membuat anjlok elektabilitas paslon,” paparnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Kelembagaan Ikatan Alumni Bandung (IKAB) Agus Hilman,SH.,MH. Ia menambahkan bahwa masyarakat tidak perlu ragu dalam menentukan pilihan politiknya, kedua calon sama-sama orang baik dan layak jadi pemimpin Tanjungpinang.

“Cuma masyarakat tidak boleh diintimidasi, dipaksa dan diarahkan untuk memilih salah satu calon. Termasuklah Anggota dan Pengurus IKAB, walaupun Ketua Umumnya mencalonkan diri sebagai Walikota Tanjungpinang, tetapi anggota dan pengurusnya harus bebas menentukan pilihannya,” sebut Hilman berapi-api.

Deri Noverlian, S.Kom, MH selaku Bendahara IKAB berpendapat, ditahun politik ini kedua belah pihak sudah memainkan politik santun.

“Perlu kita acungi jempol, hal ini harus ditiru oleh tim suksesnya, jangan pula tim sukses bersikap berlebihan. Khusus untuk ASN, mari kita bersikap profesional dan menjaga netralitas dalam pilwako ini,” ajaknya.

Zulkifli yang juga penggiat sosial media berpendapat, irama kampanye yang dimainkan kedua calon masih jauh dari kesan sportif, karena masih saling menjatuhkan dan menyebar kebencian, sehingga elektabilitas yang sudah baik ini malah bisa menurun.

“Jangan lagi mencari-cari kesalahan lawan, tabuh saja genderang sendiri,” tutupnya.(kmg/cep)

Editor :