BATAM

Berhari-hari Kontainer Tertahan di Pelabuhan, Importir di Batam Menjerit

Senin | 16 April 2018 | 22:54

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Melemahnya kondisi perekonomian di Batam ‘dinikmati’ seluruh lapisan masyarakat di Batam. Pekerja dan pengusaha serta pemerintah ikut merasakannya.

Melesunya perekonomian, banyak pengusaha terpaksa menutup usaha karena tak mampu bertahan di tengah menurunnya daya beli masyarakat dan banyak produk tidak terjual.

Buruknya kondisi ekonomi di Batam diperparah dengan perlakuan yang diterima pelaku usaha, khususnya importir. Mereka tidak mengerti dengan sikap dari pemerintah yang memberatkan dengan alasan prosedural saat memasukkan barang.

“Berhari-hari kontainer kami tertahan di pelabuhan. Kalau begini terus bisa rugi karena banyak pengeluaran,” ujar seorang importir saat di temui di Pelabuhan Batuampar yang tidak ingin disebutkan identitasnya, Senin, 16 April 2018 sore.

Disebutkannya, lamanya kontainer berisi barang importir bertahan di pelabuhan ini karena adanya pemeriksaan dari petugas. Jadi tidak hanya dokumen manives saja yang diperiksa, katanya, petugas juga memeriksa isi kontainer.

“Bahkan pemeriksaan dilakukan secara lebih rinci. Setiap kotak dan setiap unit barang di periksa,” ujarnya sambil mengusap keningnya yang berkeringat karena panasnya matahari sambil mengatakan kondisi ini sengaja diciptakan untuk melakukan ‘negosiasi’.

“Kita bukan takut karena barang kita dalam kontainer tidak betul. Tetapi, akibat pemeriksaan ini merugikan. Apalagi Batam FTZ,” katanya tanpa menjelaskan secara rinci kerugian yang dimaksudkan pengusaha ini. (bayu wasono)

Editor :