BATAM

Sepekan 12 Kilogram Sabu Diamankan Masuk Batam dari Enam Tersangka dengan Pemasok yang Sama

Selasa | 24 April 2018 | 18:06

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Dalam sepekan, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri mengamankan sebanyak 12,242 kilogram narkoba jenis sabu yang masuk melalui pintu masuk Batam.

“Ada tiga kasus yang berhasil kita ungkap dalam sepekan kemarin, dengan total barang bukti sabu-sabu seberat 12,242 kilogram dan 6 orang tersangka,” kata Kepala BNNP Kepri, Brigjend Pol Richard Nainggolan di Markas BNNP Kepri, Nongsa, Batam, Kepulauan Riau, Selasa, 24 April 2018.

Keenam tersangka yang berhasil diamankan pihak BNNP Kepri yakni : Rz (29) diamankan di Pelabuhan Rakyat Batuampar, lalu dilekukan pengembangan, polisi berhasil meringkuk pengedar lainnya di Hotel Pelita, dan satunya lagi di hotel kawasan Nagoya, Rabu, 18 April 2018.

“Barang bukti dari ketiga tersangka ini, sabu-sabu seberat 1,590 kilogram,” jelasnya.

Pengungkapan lainnya dilakukan, Jumat, 20 April 2018 di Pelantar Pak Iskandar, Pulau Temoyong, Batam, Kepulauan Riau, dengan tersangka BS (42) dan HM (36).

“Mereka membawa dan mengedarkan sabu-sabu sebanyak 4,912 kilogram,” sebut Richard.

Keesokan harinya, BNNP kembali berhasil mengamankan satu orang lagi bandar sabu-sabu di depan Puskesmas Lubukbaja, Batam, dengan barang bukti 5,740 kilogram.

“Para tersangka ini termasuk sindikat narkoba jaringan internasional, karena semua barang bukti yang kita dapat dikemas dalam bungkus teh cina, dan diduga pemasuknya sama,” paparnya.

Lebih jauh disebutkannya, tersangka yang ditangkap ini hanya merupakan orang suruhan atau kurir. Mereka mendapat tugas untuk memasokkan barang haram ini dari Malaysia ke Batam.

“Bayaran mereka bervariasi antara Rp5 juta sampai Rp20 juta. Upah ini mereka terima untuk sekali bawa,” katanya.

Atas gencarnya penyelundupan sabu-sabu dari Malaysia ke Batam ini, Richard meminta kepada seluruh aparat keamanan terkait yang bertugas di pintu-pintu gerbang kedatangan internasional, untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap pendatang yang dicurigai.

“Narkoba ini musih bangsa, dan mesin perusak bangsa, untuk itu, kami apresiasi kesigapan rekan-rekan yang bertugas di pelabuhan maupun bandara atas kerja kerasnya, dan bersama kita tingkatkan pengawasan,” imbaunya. (bayu wasono)

sumber: batampro.id

Editor :