BATAM

Buruh Selalu Dianggap sebagai Biang Kerok Terganggunya Stabilitas Iklim Investasi

Sabtu | 28 April 2018 | 1:43

Bincang Santai Ketua DPRD dan Perwakilan Buruh

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Peringatan hari buruh sedunia tinggal menghitung hari. Selama ini yang menjadi persoalan buruh dan pekerja di Batam adalah masalah kesejahteraan. Berkali-kali kenaikan upah selalu diwarnai aksi demontrasi, untuk menuntut haknya yang tak kunjung terpenuhi, yakni kesejahteraan.

Karena memang pemerintah kota Batam hingga kini masih belum mampu mengontrol stabilitas harga bahan kebutuhan pokok.

Demikian disampaikan Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto dalam perbincangan dengan Panglima Garda Metal FSPMI di Radio Republik Indonesia (RRI) pekan ini.

“Kalau pemerintah kota mampu menjamin harga tidak akan naik dalam beberapa tahun, mungkin demo-demo yang selama ini kerap mewarnai agenda kenaikan upah tak perlu terjadi, kota ini akan kondusif,” ujarnya.

Ditegaskan Nuryanto, percuma tiap tahun upah selalu jadi isu pokok, demontrasi selalu mewarnai berita-berita di media, namun kenyataannya mereka tidak juga sejahtera. Jadi yang paling penting saat ini, buruh dan pekerja mestinya tidak cuma menuntut soal besaran upah, tapi juga jaminan stabilitas harga kebutuhan pokok. Sehingga mereka mampu memenuhi kebutuhan dasarnya.

“Selama ini kan yang terjadi, buruh demo nuntut upah naik, upah belum naik, harga kebutuhan pokok sudah naik duluan? begitu upah naik, kondisi buruh dan pekerja masih tetap sama, daya belinya rendah, kesejahteraan itu tidak akan mampu diwujudkan jika pemerintah kota gagal mengontrol stabilitas harga,” tegasnya.

“Yang perlu ditekankan saat ini adalah jaminan stabilitas harga, mampu tidak pemerintah kota memberikan jaminan tersebut?,” tambah Nuryanto yang akrab disapa Cak Nur tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Panglima Garda Metal Kepri, Suprapto, mengaku setuju. Menurutnya persoalan yang paling mendasar selama ini adalah proteksi terhadap jaminan kesejahteraan buruh. Dan itu sama sekali belum diwujudkan oleh pemerintah. Malah yang terjadi, kerap kali pemerintah justru seolah-olah mengkambinghitamkan buruh dan pekerja sebagai biang kerok terganggunya stabilitas iklim investasi.

“Aksi-aksi yang kita buat justru dianggap menganggu investasi, kita tidak akan turun ke jalan jika ada seperti yang Cak Nur sampaikan, stabilitas harga dapat dipenuhi pemerintah dan pengusaha mampu memberikan upah yang berkeadilan,” ujarnya. (***)

sumber: utusankepri.com

Editor :