TANJUNG PINANG

Niat Tulus Aida Ismeth Mengabdi di DPD RI Terganjal, Dua Kali Datangi KPU Kepri, Ini Kekurangannya

Sabtu | 28 April 2018 | 16:54

Sebanyak 15 Calon Anggota DPD RI Siap Bertarung

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Mantan anggota DPD RI yang juga istri Mantan Gubernur Kepri, Aida Zulaikha Nasution atau Aida Ismeth gagal mencalonkan diri sebagai calon anggota DPD RI priode 2019-2024. Berkas Aida ditolak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepri.

“Kami terpaksa tidak menerima berkas dari ibu Aida, karena yang bersangkutan baru menyerahkan berkasnya setelah batas waktu yang ditetapkan,” ungkap Ketua KPU Kepri, Said Sirajudin.

Menurut Said, Kamis, 26 April 2018 sekitar pukul 19.30 WIB, Aida Ismeth datang ke kantor KPU Kepri di Tanjungpinang. Kedatangannya untuk mendaftarkan diri sebagai calon anggota DPD RI.

“Habis Maghrib ibu Aida sudah datang, sempat ngobrol sama saya, katanya mau mendaftar, tapi yang bersangkutan tidak membawa berkas persyaratan sama sekali,” kata Said.

Setelah beberapa menit mendapat penjelasan dari Said Sirajudin, Aida Ismeth pun pulang untuk menjemput berkas-berkasnya.

“Saya jelaskan ke beliau, malam ini (Kamis 26/4/2018) adalah malam terakhir penerimaan berkas, bukan pendaftaran calon. Kalau berkas dinyatakan lengkap dan memenuhi persyaratan, maka yang bersangkutan berhak mendaftar sebagai Calon Anggota DPD RI 2019-2024,” papar Said, sambil mengatakan telah menekankan kepad Aida Ismeth agar tidak lewat dari pukul 00.00 WIB.

“Kami betunggu-tunggu, tak datang juga, sampai jam 12 lewat 15, (00.15 WIB) baru Bu Aida datang,” sebut Said.

Karena sudah melebihi batas waktu yang ditentukan, dengan berat hati KPU Kepri pun tak dapat menerima berkas-berka pencalonan diri Aida Ismeth.

Lain halnya dengan M Nasir, berkasnya juga ditolak lantaran sama sekali tidak dilengkapi dengan tanda tangan pendukung.

“M Nasir datang sekitar pukul 11.45 (23.45 WIB), tim kami langsung memeriksa berka-berkas yang dibawanya, ternyat masih banyak kekurangan, kekurangan pertama surat permohonan dan berkas lainnya belum ditandatangani oleh M Nasir, padahal dia yang akan mencalonkan diri,” kata Said.

Kekurangnya terberat dikatakan Said, dari 200 pendukung yang menyerahkan KTP-nya, tak satu pun menandatangani berkas.

“Satu orang pun tak ada yang nandatangani, padahal jumlah KTP yang dibawa lebih dari 2000, bagaimana nak melengkapinya lagi, waktu dah tinggal 15 menit,” ujar Said.

Sekali lagi dengan berat hati, akhirnya KPU Kepri mengembalikan berkas M Nasir, karena tidak memenuhi persyaratan.

Saat ini ada 15 nama yang berkasnya masuk ke KPU Kepri, kelima belas nama ini baru bisa mendaftar sebagai Anggota DPR RI pada 9 Juli 2018 mendatang, apabila KPU menyatakan berkas-berkas yang diberikan syah.

“Kita ngeck lagi keabsyahan berkasnya, kalau lolos pengecekan, baru bisa mendaftar sebagai calon DPD RI, kalau ternyata dalam pengecekan itu ada berkas yang bermasalah, ya terpaksa kita coret,” tutup Said.

Dari lima belas nama bakal calon itu terdapat nama Bupati Lingga, Anggota DPRD Kepri dan tiga anggota DPD RI saat ini. Sedangkan satu anggota DPD RI atas nama Djasarmen Purba tidak tercantum, karena yang bersangkutan memang tidak menyerahkan berkas pencalonan. (***)

Kelimabelas bakal calon DPD RI itu adalah
1. H. Alias Wello SIP yang masih menjabat sebagai Bupati Lingga
2. Alfin, STP, MH
3. H. Dharma Setiawan
4. Drs H Surya Makmur Nasution MHum (Anggota DPRD Kepri Aktif)
5. Mohammad Nabil (Anggota DPD RI)
6. Dr. H. Hardi Selamat Hood (Anggota DPD RI)
7. M. Syahrial
8. Ria Saptarika
9. Dr. Richard H. Pasaribu, BSc. MSc
10. Moch Nasrudin
11. H. Sukhri Farial
12. Riki Syolihin
13. Haripinto Tanuwidjaja (Anggota DPD RI)
14. Ir Mustafa Wijaya
15. Sabar Hasibuan.

sumber: batampro.id

Editor :