Selasa | 01 Desember 2020 |
×

Pencarian

KARIMUN

Kronologis Aksi Bejat Residivis yang Tak Kuat Nahan Syahwat Hingga 3 Kali ‘Gagahi’ Gadis Cantik Dibawah Umur

MEDIAKEPRI.CO.ID, KARIMUN – Al Hapis alias Hapis (27) mungkin tidak jera. Residivis yang baru menjalani hukuman dalam kasus pencabulan ini tetap nekat melakukan tindakan asusila. Kali ini, korban dari keberingasan

Warga Pasir Panjang Kecamatan Meral Barat harus kembali ke tahanan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya yang tidak mampu mengendalikan syahwatnya.

Loading...

Kapolsek Urban Tanjungbalai Karimun, AKP Yanuar Rizal Ardianto melalui Kanit Reskrim, IPTU Rustam Silaban mengatakan perbuatan bejatnya dilakukan Hapis pertama kali pada 16 April 2018 lalu. Pada waktu itu, korban meminta izin ingin tidur di rumah neneknya di Sungai Pasir Kecamatan Meral dan orang tua korban pun meminta pelaku mengantarkannya pada pukul 10.00 WIB pagi.

BACA: Jauh dari Istri Siri, Residivis Ini Ngaku Tak Kuat Nahan Syahwat, 3 Kali ‘Gagahi’ Gadis Cantik Dibawah Umur

Tapi di tengah perjalanan rupanya Hapis membelokkan sepedamotornya menuju kamar kos temannya di sekitar Puakang Kecamatan Karimun. Dengan alasan ingin menemui temannya.

Pukul 14.00 WIB, ibu korban mulai khawatir dan menghubungi ponsel anaknya namun tidak dijawab. Setelah ditelepon berkali-kali barulah diangkat dan korban mengaku tengah berada di rumah temannya.

Loading...

Kemudian kedua orang tuanyapun mengajak korban untuk pulang, sesampainya di rumah sempat diinterogasi apakah sempat diperlakukan dengan tidak senonoh, namun korban tak mengaku.

“Padahal di kosan temannya di puakang itu lah pertama kali tersangka mencabuli korban. Begitu sampai di kosan Puakang, temannya keluar membeli minuman dan keduanya berada di dalam kamar lalu dikunci. Sehingga terjadilah pencabulan itu,” jelas Rustam beberapa waktu lalu.

Dua hari berselang, pada 18 April 2018, pelaku kembali datang ke rumah orang tua korban dan meminta izin untuk membawa korban jalan-jalan sekira pukul 21.00 WIB, pukul 22.30 WIB pelaku mengantar korban pulang, sesampainya di rumah, ponsel korban pun diperiksa.

Alangkah terkejutnya ibu korban membaca ada pesan singkat yang isinya ada percakapan tentang adanya hubungan badan yang telah dilakukan tersangka kepada korban.

“Setelah membaca pesan singkat di ponsel korban, ibunya pun langsung menginterogasi dan meninta agar anaknya berbicara jujur. Barulah diakui bahwa tersangka telah menyetubuhinya sebanyak tiga kali. Perbuatan pertama dilakukan di kost-kostan Senotsa di Puakang, yang kedua di Hotel Century dan ketiga di rumah orang tua pelaku di Baran I Kelurahan Baran Timur Kecamatan Meral. Korban lupa perbuatan kedua dan ketiganya kapan, tapi jaraknya antara tanggal pertama dilakukan itu tidak jauh,” kata Rustam. (kmg)

Loading...
Loading...