Selasa | 15 Oktober 2019 |
pemkab lingga
×

Pencarian

Kandidatku tuk Bupati dan Wakil Bupati Lingga

LINGGA

Mantapkan Diri Limpahkan Estapet Kepemimpinan Lingga ke Nizar, Alias Wello Ingin Berjuang Maksimal untuk Rakyat di DPD RI

Jumat | 27 April 2018 | 8:53

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Bupati Lingga, Alias Wello telah memantapkan diri menyerahkan tongkat estapet kepemimpinan di Kabupaten Lingga kepada Wakilnya M Nizar pada tahun-tahun berikutnya. Ia akan berjuang untuk pembangunan Kepri melalui jalur Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI).

“Kita ajukan pengunduran diri. Persyaratan sudah harus ada sebelum tanggal 20 September 2018 ini,” ujarnya usai menyerahkan berkas administrasi pendaftaran dan tanda dukungan ke KPU Provinsi Kepri, serta Penyerahan bukti dukungan itu sebagai tahap mengikuti calon DPD RI pada pelaksanaan pemilu mendatang, Kamis, 26 April 2018.

Jika sudah diterima, dia yakin bisa bekerja dengan baik. Kerena membangun Kabupaten Lingga sudah menjadi suatu cerminan bahwa dia mampu berkerja untuk kepentingan negara, daerah dan masyarakat.

Awe, sapaan akrab Alias Wello ini mengatakan kesiapannya meninggalkan Kabupaten Lingga untuk melangkah ke kursi DPD RI. Untuk persyaratan dukungan telah berhasil dikumpulkan dari 7 Kabupaten/Kota di Kepri dan diterima baik oleh pihak KPU Kepri.

“Jadi dukungan sudah tersebar di Kabupaten/Kota. Kita punya hak untuk itu semua. Jadi kedatangan aku kesini bukan jual diri tapi jual ide, jual komitmen kepada daerah kepada masyarakat,” katanya.

Selama membangun Kabupaten Lingga dirinya sudah giat berjuang. Menuju ke DPD RI komitmennya untuk berkerja memajukan Kabupaten Lingga lebih luas mencangkup Kepri dan Indonesia. DPD RI menurutnya punya peran yang besar disamping DPR RI.

Sementara dari Gubernur Kepri, Nurdin Basirun dan partai Nasdem sendiri diakuinya masih ingin dia bertahan sebagai Bupati Lingga. Namun, dia berkomitmen dari pondasi pembangunan yang telah dirintis, tonggak kepemimpinan tetap dimandatkan pada wakilnya.

Selain itu, dari sudut pandangnya Kabupaten Lingga cukup tertinggal, salah satunya dalam pembagian anggaran provinsi. Karena sudah terlanjur bermain di pusat dan punya realisasi, komitmennya ingin berkerja lebih luas untuk Kepri.

“Kalau kita lihat APBD selama ini, porsi untuk Lingga itu sangat kecil sekali. Jadi kalau saya sudah bicara keras itu memang harus terealisasi. Jadi kita lebih sering jemput di pusat,” jelas dia. (juvri/muslim)

Editor :